Komisi II DPRD Kab. Situbondo Kunjungi SGN: Tebu Keluar, Potensi Pendapatan Daerah Situbondo Berkurang

Komisi II DPRD Kab. Situbondo Kunjungi SGN: Tebu Keluar, Potensi Pendapatan Daerah Situbondo Berkurang

Komisi II DPRD Kab. Situbondo Kunjungi SGN: Tebu Keluar, Potensi Pendapatan Daerah Situbondo Berkurang

 

Surabaya, sinarrayanews.com

Komisi II DPRD Kabupaten Situbondo menggelar Kunjungan Kerja terkait Produksi Gula Masa Giling Tahun 2023 dan Kesiapan Bahan Baku Masa Giling Tahun 2024 di Kantor Representatif PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) Surabaya Selasa (26/03).

“Dulu di Situbondo ada istilah, nenek moyangku adalah petani tebu, bahwa Situbondo penghasil tebu. Bila ada pergeseran berarti entah sistemnya yang salah atau apalah kita cari solusinya bersama”, jelas H. Abd. Rahman Koordinator Komisi II DPRD Kabupaten Situbondo.

Rahman menambahkan jumlah pabrik gula awalnya tujuh PG dan saat ini tinggal tiga PG di Situbondo. Kompetisi tidak sehat terkait perolehan bahan baku tebu (BBT) dikuatirkan menyebabkan tebu banyak digiling keluar wilayah mengingat potensi tanaman tebu yang ada di Situbondo sangat besar.

Secara nasional hal ini akan menghambat upaya pencapaian swasembada gula nasional karena pola transaksional perolehan BBT tersebut tidak didasarkan mutu melainkan hanya pada bobot.

Menurutnya apabila tebu tersebut dibawa keluar wilayah maka berpotensi mengurangi pendapatan asli daerah (PAD) Situbondo.

Terkait dengan hal tersebut Imam Cipto Prayitno Senior Excecutive Vice President (SEVP) Operation II SGN menyampaikan sistem bagi hasil (SBH) yang telah berjalan dianggap lebih fair dimana kualitas tebu akan menentukan besar proporsi bagi hasil untuk petani dan ditambah dengan kesiapan giling pabrik gula SGN sehingga tebu petani dapat tergiling optimal di pabrik gula Situbondo tidak dibawa keluar wilayah.

“Kami berharap support dukungan lebih lanjut pada DPRD Situbondo utamanya dalam hal ini Komisi II tentang operasional pabrik gula yang ada di Situbondo. Mulai tahun lalu 2023, PG Assembagoes mulai pulih, jadi gilingnya udah mulai diatas existing. Biasanya hanya 2.400 TCD (tone cane per day), tahun kemarin sudah 3.500 TCD dan insyaAllah tahun ini direncanakan diantara 4.000 – 4.500 TCD”, ungkap Imam Cipto Prayitno.

READ  Gerak Cepat, Ungkap Kasus Penganiayaan di Poltekpel Surabaya Oleh Polisi

Kondisi pabrik gula eksisting SGN yang ada di Situbondo siap untuk menggiling tebu milik petani, kapasitas giling PG Pandjie sekitar 1.800 TCD dan di PG Wringinanom 1.200 TCD, sehingga total kapasitas giling di wilayah Situbondo sekitar di 7.000 hingga 7.500 TCD sudah termasuk sangat besar di Indonesia.

“Kinerja PG SGN di Situbondo mampu mengoptimalkan potensi bahan baku tebu yang ada, sehingga tebu tersebut tidak perlu keluar kota yang menambah jarak dan waktu tempuh, justru akan menurunkan bahkan merusak potensi kualitas tebu”, ujarnya lebih lanjut. (*/buyung)

Share :

Baca Juga

ADVETORIAL

Bangsa Yang Besar Adalah Bangsa Yang Memiliki Masyarakat Yang Sehat

Berita Popular

Tim SAR Perpanjang Pencarian Nelayan Perahu Slerek Mandala

Berita Popular

Babinsa Semarapura Kangin Bersinergi Berantas DBD

Berita Popular

Kodim 0830/Surabaya Utara Gelar Latorsar Intelijen, Tingkatkan Deni dan Ceni

Berita Popular

PN Surabaya Adili Sri Yuliani Dengan Agenda Keterangan Saksi

Berita Popular

Kapolda Jatim : Bhayangkari Turut serta Bangun Citra Polri, Pada HUT ke-43 Kemala Bhayangkari

Berita Popular

Curanmor di 18 TKP Berhasil Kembali Diamankan Polrestabes Surabaya

Berita Popular

Para Babinsa Ujungpangkah, Selesaikan Pembenahan Rutilahu Milik Warga Binaan