KETUA KWRI KALBAR APRESIASI KERJA TNI POLRI EVAKUASI KORBAN LONGSOR, IYEL : ” PIHAK LAIN JANGAN HANYA PANDAI MENYALAHKAN”

Bengkayang, Sinarrayanews.com Ketua Kualisi Wartawan Rangking Indonesia (KWRI) Kalbar Iyel Zainal menegaskan
tragedi yang memakan korban nyawa di daerah Pertambangan Emas Tanpa Ijin (PETI) Wilayah Hukum Kabupaten Sambas menjadi obyek perbincangan publik.

Awalnya informasi beredar masih simpang siur membuat Tim KWRI Kalbar turun di TKP. Ketua KWRI Kalbar mengapresiasi kinerja TNI-Polri dan aparat terkait dilapangan yang begitu sigap terjun langsung kelapangan membantu evakuasi.

“Bahkan ada pihak saling menyalahkan pihak lain. Dengan komentar yang bisa disebut asal ngomong. Padahal petugas TNI POLRI sudah bekerja dengan baik”, tandas Iyel kepada sejumlah wartawan, Selasa (20/09/22).

“Berbicara PETI yang telah memakan korban nyawa. Upaya aparat sejak awal sudah melakukan pembinaan secara persuasif, agar menghentikan praktek PETI”, ungkap Iyel.

“Akibat bandelnya para cukong PETI , sehingga saat ini mereka beroprasi masih terselubung , sembunyi – sembunyi, dengan alasan klasik urusan perut. Sekarang musibah sudah terjadi, jangan salahkan TNI POLRI dengan alasan pembiaran”, jelas Iyel lagi.

Ditemukannya empat korban meninggal akibat longsornya tanah dilokasi PETI di Ds. Buduk Sempadang, Kec. Selakau Timur, Kab. Sambas tersebut Iyel mengatakan “ini kejadian yang luar biasa, sehingga KAPOLRES Bengkayang AKBP DR Bayu Suseno,SH.SIK.MM.MH dalam rangka rasa kemanusiaan turun langsung ke lokasi TKP dan ini pelajaran yang berarti”, papar Iyel.

“Kalau mereka sadar, patuhilah aturan hukum, sebab nyawa tidak bisa dibeli dengan uang”, tambah Iyel.

Seiring dengan musibah terjadi di lokasi PETI yang menyebabkan hilangnya nyawa orang lain, Kapolres Kabupaten Bengkayang AKBP.DR. Bayu Suseno,SH.SIK.MM.MH melalui WA selurernya mengatakan TKP Wilayah Kabupaten Sambas , “Kami ke TKP operasi Kemanusiaan untuk menolong korban”, ungkapnya.(zainul irwansyah/perwakilan kalbar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.