Ada Kejanggalan Data Yang Tidak Valid, Investigasi FCC

BELITUNG,- Bantuan Pemerintah Kabupaten Belitung kepada 9000 warga terdampak Covid-19 menjadi perhatian Forum Crisis Center (FCC) Belitung, hal ini disampaikan DR Saifuddin Al Mugniy salahsatu anggota FCC dalam keterangan rilisnya. Sabtu (16/05/2020).

“Sehubungan dengan adanya bantuan dari dampak ekonomi pendemi Covid-19 yang menggunakan APBD Pemerintah Kabupaten Belitung, tercatat 9000 orang data bantuan Pemerintah Daerah yang telah dibuatkan SK no 188.45/261 kep/dispar/2020. no 188.45/262/kep/ DKPP/2020. No 188.45/263/kep/ disperik/2020. No 188.45/260/kep/ KUKMPTK/2020, yang berhak mendapatkan bantuan,” ujarnya

Hanya saja yang perlu dipertanyakan, kata Dia, dari data tersebut ditemukan orang yang sangat tidak layak menerima tetapi terdata menerima. Hasil investigasi FCC ada kejanggalan dari data pihak Pemerintah.

“Kami menemukan dari data tersebut, ada yang sudah meninggal tetapi masih tercatat sebagai penerima, ada yang memiliki usaha dan punya mobil, punya usaha rental, pemilik rumah makan, bahkan ada yang status haji pun tercatat sebagai penerima bantuan,”ungkap DR Saifuddin.

Pertanyaannya, lanjut Dia, apakah memang Pemerintah serius untuk membantu masyarakat yang terdampak?, kalau Pemerintah serius maka semua yang terdata harus dikroscek dengan teliti.

“Pemerintah setidaknya sebelum mengeluarkan data tersebut harus memverifikasi dengan akurat, jangan sistem random (acak) seperti ini. Ini justru bisa memicu disparitas sosial ditengah masyarakat,” tandasnya

Kata Dia, siapa dan bagaimana syarat penerimanya harus jelas dan tepat sasaran.

“Ini masalah krusial karena menyangkut hajat orang banyak dan masalah perut. Karena itu FCC tetap berada dalam koridor kontrol agar tak melahirkan ketimpangan dalam bantuan masyarakat,” pungkas DR Saifuddin. (Nining)

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!