Babinsa Peduli Terhadap Situasi Wilayahnya

sinarrayanews.com Seiring dengan belum datangnya musim hujan hingga pergantian tahun 2020a ini, membuat semua tumbuh tumbuhan kering hampir tidak berdaun tetapi tidak demikian untuk tanaman kayu sono yang tumbuh dan sengaja ditanam oleh salah satu pengembang di Dusun Parsean, Desa Randuputih Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo itu sebagai tanaman pelindung dari terik panas matahari. Diperumahan tersbut terletak di pinggir pantai, sehingga kalau musim kemarau maka hawa di area perumahan tersebut terasa sangat panas sekali.
Rabu 1-1-20

Mungkin karena lebatnya daun sono yang ada di area perumahan tersebut sehingga, pucuk pucuk daun Sono yang tumbuh segar dan hijau itu diserang hama ulat, sehingga menghabiskan Daun yang tumbuh bersemi. Hal ini sedikit meresahkan sekitar 60 kepala keluarga warga yang tinggal diperumahan tersebut dan merasa geli dengan banyaknya ulat yang menyerang pepohonan di perumahan itu. Melihat adanya kejadian itu Sertu Slamet Kusriyanto, Babinsa Desa Randuputih, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo langsung bertindak mengadakan pengecekan dilapangan.
Hasilyan ternyata benar, semua pohon pohon yang ada diperumahan itu diserang ulat sejenis ulat Kilang/ulat Jengkal. “Masih beruntung bukan ulat Bulu yang bisa menyebabkan gatal” kilah salah satu warga (sebut saja H. Musa) penghuni perumahan itu.

Menurut keterangan H. Musa dan juga keterangan dari Satpam perumahan tersebut memang hama ulat ini sering datang setiap tahun menjelang musin hujan atau diawal awal musim hujan pada saat daun daun mulai bersemi. Sebenarnya hal ini tidak terlalu berdampak kepada warga, hanya saja warga merasa geli melihat banyaknya ulat yang menyerang daun daun sono.
Dengan adanya kejadian tersebut, Babinsa ikut hadir untuk memeberikan himbauan kepada warganya agar tidak terlalu resah dengan adanya hal tersebut. Karena ini fenomena alam yang akan hilang dengan sendirinya. Tapi masyarakat harus tetap berhati hati dan waspada serta akan mengkordinasikan dengan pihak terkai“ tegasnya.

Hari ini akan diadakan pengcekan kelokasi bersama unsur terkait dari Dinas kehutanan dan Tanaman Pangan Kabupaten Problinggo, Bpk Muklisin dan dari UPTD Pertanian Kecamatan Dringu serta tidak ketinggalan Kepala Desa Randuputih beserta semua stafnya turut hadir,
Saat awak media berkesempatan berbincang dengan Sertu Slamet Kusriyanto sebagai Babinsa Randu Putih dan Bpk Mukisin Kasi Perlindungan Tanaman Pangan dan Kehutanan mengatakan “ Ini merupakan fenomena alam dan perkembang biakan telur ulat, ini berkoloni dan jumlahnya mencapai ribuan dan yang membuat lebih parah lagi adalah kurangnya musuh alami dari ulat ini seperti burung, dan semut angkrang yang biasa memakan ulat ulat ini, serta belum juga turunya musin hujan “ ucapnya. Kenapa tidak dilakukan dengan penyemprotan Pestisida beliau mengatakan ini pemukiman warga takutnya ada bahaya sekunder disini banyak hewan peliaraan warga, kalau disemprot pakai pestisida dikawatirkan hewan peliharaan warga juga terkena, oleh karena itu untuk mengurangi berkembangnya ulat tersebut akan diadakan pengasapan pada hari kamis tanggal 02 Januari 2020.

Pihak pengembang saat dihubungi via telephon oleh Kepala Desa Randuputih juga membenarkan hal tersebut, hal ini terjadi setiap tahun setiap menjelang musim hujan. Tandasnya.
(Cakra393)

Back to top button
Close
Close