DUA PELAKU PELECEHAN AGAMA MINTA MAAF KEPADA UMAT MUSLIM

Pontianak, sinarrayanews.com Dua pelaku pelecehan agama masing -masing Jeri dan Sandi mengaku khilaf dan minta maaf kepada umat muslim atas kata-katanya yang berbau sara dan melecehkan agama yang kemudian direkamnye melalui handphone kemudian viral di media sosial.

Kedua orang tua pelaku baik Jaini orang tua dari Jeri dan M Jali orang tua dari Sandi kepada wartawan selasa sore (24/12/19) menjelaskan bahwa anaknya betul-betul khilaf saat membuat video yang meresahkan masyarakat sehingga berbuntut di tangkapnya anak mereka yang sekarang masih meringkuk di tahanan Polda Kalbar.

Penangkapan itu setelah adanya laporan polisi yang di buat oleh salah seorang warga Sei Kakap bernama Muslim (30) di Polsek Sei Kakap kabupaten Kubu Raya Propinsi Kalimantan Barat setelah melihat postingan pelecehan agama di handphonnya . Kebetulan kedua pelaku merupakan warga Sei Kakap, sehingga mudah di kenal oleh pelapor.

Polisi kemudian dengan sikap cepat langsung menangkap pelaku Jery sementara Sandi menyerahkan diri dan demi keamanan, kedua pelaku di bawa ke tahanan Polda Kalbar.

AKIBAT MABUK:
Melalui sahabatnya Syarif Mustafa, kedua orang tua pelaku minta dimediasikan ke semua pihak agar anaknya di maafkan, karena pada saat membuat video tersebut anak mereka dalam keadaan mabuk dan ini bisa di buktikan dengan kesaksian sejumlah saksi yang siap dihadirkannya bahwa benar anaknya mabuk.

Syarif Mustafa melalui mediasinya, berhasil mempertemukan kedua orang tua pelaku dengan Kesultanan Kadariyah Pontianak Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadri, Syarif Machmud Akkadri, Ketua FPI Kalbar Habib Rizal Alkadri, Habib Hasan Panglima Laskar Kesultanan, Ruslan Datok Budayawan Bugis Laskar Amantubillah, Ketua Persatuan Pemuda Melayu Kota Pontianak (FPPMKP) Yayan.

Kemudian juga hadir beberapa saksi yang melihat pelaku mabuk antara lain Syarif Mardi, Syarif Alwi, Ria dan Kia. Pertemuan dilakukan di kantor Syarif Machmud Alkadri. Acha Ameng sebagai tokoh masyarakat juga memberikan dukungan kepada Syarif Mustafa untuk menyelesaikan persoalan ini secara baik dan musyawarah.

SEPAKAT TIDAK KEPENGADILAN:
Syarif Mahmud Alqadri yang bergelar Pangeran Seri Negara Kesultanan Pontianak mengatakan semua pihak sudah sepakat untuk tidak akan melanjutkan persoalan ini ke pengadilan. Dia berpesan kepada warga Kalbar pandai pandailah menggunakan medsos. “Jangan sampai melecehkan agama dan jangan ada SARA nya”, ujar Syarif Mahmud.

SIAP BINA:
Pihak orang tua menyatakan bahwa dirinya bersedia membina anaknya agar bisa menjadi orang baik dan tak mengulangi lagi perbuatan yang bisa membuat marah kaum muslimin itu. Dan anak nya maupun dirinya minta maaf yang sebesar besarnya kepada umat islam maupun organisasi islam yang ada .

Dari pantauan wartawan, pada pertemuan Senin sore (24/12/19) , nampaknya masing masing pihak dapat menerima dengan lapang dada kekurangan atau kehilafan yang dilakukan kedua pelaku, namun belum dituangkan dalam ikatan pernyataan dari semua pihak.

Sementara itu Syarif Mustafa sebagai mediator ketika di wawancarai wartawan secara terpisah mengatakan kesimpulan hasil pertemuan kepada semua pihak tersebut menyatakan memaafkan kedua pelaku yang telah khilaf akibat mabuk.

Para tokoh agama, tokoh pemuda dan Kesultanan Pontianak minta agar kejadian ini jangan terulang kembali. “Jangan terulang kembali kejadian ini” , pinta Sultan Syarif Machmud Melvin Alkadri. (Zainul Irwansyah/Perwakilan Kalbar)

Back to top button
Close
Close