Rakernas HIPPI, Membedah Masa Depan UKM di Era Digital

Sinarrayanews.com, Jakarta – Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) secara resmi menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dalam kepengurusan HIPPI periode 2016-2021 pada tahun ini. Rakernas dihadiri 18 perwakilan HIPPI daerah di Indonesia.

Bertempat di Hotel Sari Pacific Jakarta, rakernas HIPPI mengusung tema “Masa Dcpan Indonesia: UKM di era Digital” yang merupakan tonggak penting sekaligus tantangan terbesar bagi UKM untuk berkembang dalam mengatasi persaingan bisnis, memperluas akses pasar, serta mengikuti laju perkembangan teknologi yang begitu pesat.

Dibuka langsung oleh Dr. Ir. Muhammad Rudy Salahuddin, Deputi Bidang Kordinasi Ekonomi Kreatif, Kewirausahaan, dan Daya Saing Koperasi & UKM Kemenkop publik Indonesia, juga menghadirkan narasumber Kepala Badan Kordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia, Sekretaris Kemenkop Rl – Prof. Dr. H. Rully Indrawan M.Si, Direktur Eksckutif INDEF, Eni Sri Hartati, serta SVP PT. Bank Negara Indonesia Edy Awaluddin.

Menariknya, dalam rakernas ini, disepakati SPK antara HIPPI dengan Bank BNI (Persero) dalam rangka kerjasama pembuatan kartu anggota HIPPI yang nantinya sekaligus berfungsi menjadi kartu kredit.

Selain itu, pada pembukaan rapat pleno akan di selenggarakan sesi siang yang dipimpin oleh Ketua Umum HIPPI Suryani S. Motik, dilanjutkan dengan Keynote Speech yang menghadirkan Sandiaga S. Uno, sebagai Dewan Pertimbangan HIPPI, pengusaha nasional dan pemerhati UKM.

Dengan mengangkat tema “Masa depan Indonesia: UKM di Era Digital” HIPPI ingin menunjukkan pemulihan yang berarti, disertai berlanjutnya resiko ketidakpastian hubungan dagang antar negara utama di dunia serta isu geopilitik lainnya yang masih membayang. Dengan adanya salah saru keadaan ini membuat pemerintah indonesia mulai mempersiapkan Omnibus Law,  dimana diharapkan dapat meningkatkan daya saing nasional, UKM akan lebih mudah berusaha, melakukan ekspor, akses ke lembaga pembiayaan, mendapat perlindungan hukum dan sebagainya.

Menurut HIPPI, Kunci dari pcmbangunan ekonomi melalui UKM adalah kolaborasi yang baik dengan industri-industri besar dan mapan serta pemanfaatan teknologi.

Mengutip situs nasional, disebutkan, dukungan pengembangan kreatif merupakan upaya yang efektif untuk menanggulangi pengangguran dan ketimpangan pertumbuhan ekonomi, serta membangun masyarakat yang inklusif ke depan. Tujuannya agar bisa terus tumbuh menyesuaikan dengan perkembangan teknologi serta menghadapi tantangan yang semakin beragam. Serta kreativitas dalam mengemas inovasi terbaru untuk menahan laju gempuran industri yang serba digital saat ini nampaknya diperlukan oleh peritel usaha kecil menengah (UKM).

Hal ini merupakan salah satu upaya untuk UKM bisa bertahan di era revolusi industri 4.0. (Tio/Red-Sinarrayanews.com)

Admin SR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Dandim 0315/Bintan Hadiri Video Conference Pengamanan Natal 2019 dan Tahun Baru 2020 di Tanjungpinang

Jum Des 13 , 2019
Sinarrayanews.com, Jakarta – Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) secara resmi menggelar Rapat Kerja Nasional (Rakernas) dalam kepengurusan HIPPI periode 2016-2021 pada tahun ini. Rakernas dihadiri 18 perwakilan HIPPI daerah di Indonesia. Bertempat di Hotel Sari Pacific Jakarta, rakernas HIPPI mengusung tema “Masa Dcpan Indonesia: UKM di era Digital” yang merupakan tonggak […]