Polda Jatim Ungkap kasus Penyalahgunaan BBM Bersubsidi, Di SPBU Blega,Bangkalan ,Madura

Bangkalan – sinarrayanews.com ,Rabu (11-12-2019), Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luky Hermawan bersama Anggota Kepolisian Polda Jatim, dan Wakapolres Bangkalan kompol Deky Hermansyah, beserta segenap Anggota Polres Bangkalan, mengungkap kasus penyalahgunaan BBM(bahan bakar minyak) bersubsidi jenis solar, di SPBU blega, bangkalan , madura, Jawa Timur.

Petugas Kepolisian bongkar kasus penyalahgunaan BBM jenis solar bersubsidi berdasarkan laporan warga, bahwa hasil pembelian BBM tsb, dijual dan digunakan untuk kepentingan industri diwilayah madura.

Untuk mengelabui petugas kepolisian, Para tersangka dalam melakukan aksinya menggunakan truk ber nopol luar daerah yang sudah dimodifikasi,kemudian Solar bersubsidi tersebut,di jual ke beberapa perusahaan industri di Daerah Madura Jawa Timur.

Petugas Kepolisian Polda Jatim mengamankan 6 pelaku kasus penyalahgunaan BBM Bersubsidi asal Bangkalan,Para pelaku yang diamankan tersebut berbagi peran, diantaranya berinisial T sebagai pembeli, S sebagai supir, K sebagai kenik, N dan MN pengawas, dan MS salah satu operator SPBU.

Kapolda Jatim, Irjen Pol Luki Hermawan menerangkan, kasus penyalahgunaan BMM tersebut sudah berjalan selama 1 tahun. Luki merinci, setiap minggu para pelaku mengambil tiga kali BMM seberat 45 ton,Satu kali pengambilan ada 15 ton, jadi setiap minggunya ada 45 ton, Jadi selama 1 tahun ada 2.160 ton,” terangnya.

Para pelaku diamankan pada hari Sabtu(07/12/2019) sekira pukul 12:00 WIB malam,Modus pengambilan BBM bersubsidi itu,dilakukan secara terbuka pada malam hari,dan Hasilnya dikirim kebeberapa daerah di wilayah Madura, dan Barang bukti yang diamankan 2 truk, ber nopol luar kota, jelasnya Kapolda Jatim.

Menurutnya kapolda jatim, BMM bersubsidi ini merupakan Program Pemerintah yang harus diawasi sesuai dengan kebijakan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, bahwa setiap program pemerintah harus diawasi bersama,tambahnya.

Atas perbuatannya tersebut para pelaku dijerat Pasal 55 UU nomor 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas (Migas) dengan ancaman hukuman 6 tahun penjara dan denda maksimal Rp 60 milyar,tutupnya.

(Zis)

Admin SR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Tiga Serikat Karyawan Garuda Minta Semua Pihak Sudahi Konflik

Kam Des 12 , 2019
Bangkalan – sinarrayanews.com ,Rabu (11-12-2019), Kapolda Jawa Timur, Irjen Pol Luky Hermawan bersama Anggota Kepolisian Polda Jatim, dan Wakapolres Bangkalan kompol Deky Hermansyah, beserta segenap Anggota Polres Bangkalan, mengungkap kasus penyalahgunaan BBM(bahan bakar minyak) bersubsidi jenis solar, di SPBU blega, bangkalan , madura, Jawa Timur. Petugas Kepolisian bongkar kasus penyalahgunaan […]