Diteriaki ‘Asu’, Pria di Semarang Bersimbah Darah Dibacok Berkali-kali

Muhajirin yang luka dibacok berkali-kali. (Foto net).

Sinarrayanews.com, Semarang – Seorang pria dibacok berkali-kali di kawasan jalan raya Arteri Sukarno Hatta, Kecamatan Pedurungan, Semarang, Jawa Tengah, Minggu (1/12/2019), sekitar pukul 03.00 dini hari.

Pria tersebut diketahui bernama Muhajirin (30). Ia ditemukan tergeletak bersimbah darah di jalan tersebut. Muhajirin yang merupakan warga Tambakboyo Lor, Tlogosari Kulon Kecamatan Pedurungan menjadi korban pengeroyokan sejumlah orang tak dikenal.

Kapolsek Pedurungan, AKP Eko Rubiyanto mengatakan Muhajirin sebelum terjadi pengeroyokan, sebelumnya korban diteriaki “Asu” saat melintas di jalan tersebut.

“Korban bersama dua rekannya berboncengan melintas jalan tersebut. Sampai di lokasi ada yang teriak ‘asu’. Korban dan kawannya bertiga ini tidak terima putar balik,” kata Eko seperti dilansir Kumparan, Minggu (1/12/2019).

Setelah korban bersama temannya memutar balik dan menghampiri kelompok tersebut, Eko menuturkan, berdasarkan keterangan seorang saksi yang merupakan seorang tukang tambal ban, sempat terjadi baku hantam yang ‘dimenangkan’ oleh korban dan kawannya.

“Para pelaku yang sudah ‘kalah’ ini pergi. Tetapi kembali lagi bersama teman-temannya dan membawa sejumlah alat dan senjata tajam,” ucap Eko.

Saat itu, terjadi pengeroyokan dan Muhajirin mendapat luka paling serius. Eko mengatakan, korban mengalami setidaknya 6 luka sobek tersebar di bagian tubuhnya akibat sabetan benda tajam.

Bahkan, ibu jari tangan kanan Muhajirin juga putus akibat benda sajam dalam pengeroyokan tersebut. Saat ini, Muhajirin telah mendapat perawatan intensif di RS Pantiwilasa Citarum.

“Di TKP ditemukan 5 pasang sandal, satu unit sepeda motor, sebuah linggis besi tambal ban yang ada bercak darah mengering, sepeda onthel dan beberapa potong bambu,” ujar Eko.

Setelah dilakukan penyelidikan, tak sampai 24 jam, Eko mengatakan pihaknya dengan dibantu jajaran Polrestabes Semarang sudah menangkap pelaku yang mengeroyok Muhajirin. “Untuk pelaku sudah kita amankan kerjasama dengan Polrestabes Semarang,” katanya.

Meski begitu, Eko masih enggan membeberkan jumlah pelaku yang berhasil ditangkap. Termasuk motif pelaku membacok Muhajirin. (*)