Awas, Jangan Nge’Seks’ Sembarangan, Nih 4 Tahap HIV Berkembang jadi AIDS

Sinarrayanews.com, Jakarta – Gaya hidup Perilaku seks sembarangan dengan berbagai macam pasangan, termasuk kaum homo dan LGBT lainnya telah memicu berkembangnya virus HIV yang berkembang menjadi AIDS. Fakta ini terekam dalam banyaknya kasus AIDS yang meningkat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Fakta diperparah dengan munculnya kasus-kasus baru pengguna narkoba yang terjangkit HIV-AIDS karena penggunaan jarum suntik bersama-sama.

Jika melihat siklusnya, sedikitnya ada 4 tahapan infeksi pada penderita sebelum Virus HIV berkembang menjadi AIDS yang mematikan. Sejak tahap awal infeksi hingga berkembang mematikan, ada tahapan dimana virus itu, meski telah meng-infeksi namun kerap kali belum dapat terdeteksi dalam tes HIV awal.

Berikut adalah 4 tahapan dari infeksi hingga HIV berkembang menjadi AIDS yang dikutip Sinar Raya dari situs Nasional, sebagai berikut:

1. Tahap pertama (periode jendela)

Dalam tahap pertama, HIV masuk ke tubuh dan akhirnya membentuk antibodi dalam darah. Ketika hal ini terjadi, penderita HIV masih merasa tubuhnya sehat. Di tahap awal yang berlangsung selama 2 minggu sampai enam bulan, tes HIV belum dapat mendeteksi keberadaan virus.

2. Tahap kedua

Pada tahap kedua, virus sudah mulai berkembang di dalam tubuh. Pada fase ini tes HIV juga sudah dapat mendeteksi keberadaan virus karena antibodi yang mulai terbentuk.

Penderita tetap terlihat dan merasa sehat selama 2-15 tahun. Hal ini bergantung pada daya tahan tubuh. Rata-rata, penderita bertahan selama 8 tahun. Namun di negara berkembang, durasi tersebut lebih pendek.

3. Tahap ketiga

Pada tahap ketiga, penderita dipastikan positif HIV dengan sistem kekebalan tubuh yang semakin menurun. Gejala infeksi oportunistis pun mulai muncul. Ini seperti pembengkakan kelenjar limfa atau diare terus-menerus. Umumnya tahap ini berlangsung selama 1 bulan, bergantung pada daya tahan tubuh penderita.

4. AIDS

Ini adalah tahap terakhir, di mana seseorang positif mengidap AIDS. Ketika dinyatakan positif IADS, sistem kekebalan tubuh semakin turun dan berbagai penyakit yang menyebabkan kondisi penderita semakin parah juga muncul.

Pada tahap ini, penderita harus secepatnya dibawa ke dokter dan menjalani terapi anti-retroviral virus (ARV). Terapi ARV akan mengendalikan virus HIV dalam tubuh sehingga dampak virus bisa ditekan.

Kendati begitu, HIV sebetulnya bisa dikendalikan sedini mungkin sehingga bisa menekan peluang timbulnya AIDS. Dalam hal ini harus dilakukan cek darah sedini mungkin

“Sebaiknya lakukan cek darah sedini mungkin, terutama bagi yang berisiko tinggi, misalnya pengguna narkoba dengan jarum suntik, kerap berganti pasangan dan berhubungan seksual tanpa kondom,” kata Koordinator Pelaporan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Nasional, Djadjat Sudradjat. (*)

Admin SR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Wakili Dandim 0315/Bintan, Danramil 03/Binut Hadiri Upacara Jambore PKK Kabupaten Bintan

Sen Des 2 , 2019
Sinarrayanews.com, Jakarta – Gaya hidup Perilaku seks sembarangan dengan berbagai macam pasangan, termasuk kaum homo dan LGBT lainnya telah memicu berkembangnya virus HIV yang berkembang menjadi AIDS. Fakta ini terekam dalam banyaknya kasus AIDS yang meningkat di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Fakta diperparah dengan munculnya kasus-kasus baru pengguna narkoba […]