Nilai, Integritas, Penentu Keberhasilan Dunia Pendidikan UNKP Berbeda dengan UNBK

Sulut – sinarrayanews.com

Kualitas pendidikan menurut DR. Grace Lowing, SPd, MPd, MTh tidak hanya dilihat dari sisi nilai semata, ada aspek lain yang tidak kalah penting dari sekedar nilai yaitu menyangkut pembinaan watak dan mental. Karakter, jati diri seorang anak didik melalui penanaman nilai-nilai keluhuran, budi pekerti , etika dan moral, mandiri, berintegritas dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa disamping itu, proses belajar-mengajar dalam rangka transfer ilmu pengetahuan (transfer of knowledge) kepada para siswa juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari upaya menelorkan siswa berprestasi, pintar tapi juga cerdas,” Ucap Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri 7 Manado itu kepada sinarrayanews.com kamis 13/06

Namun demikian peran sekolah sebagaimana dimaksud diatas tidak akan berlangsung efektif jika tanpa dukungan dan partisipasi masyarakat dalam hal ini Wali/Orang tua termasuk mereka yang peduli dengan dunia pendidikan. Kata kuncinya adalah bagaimana semua pihak punya keinginan untuk mau membangun sinergitas dan kerja sama yang baik didalam menopang, mendukung dan berpartisipasi aktif memajukan dunia pendidikan Sulawesi Utara sehingga maksud dan tujuan pendidikan berdasarkan amanat Undang-Undang Sistim Pendidikan Nasional Nomor 20 tahun 2003 yang bermutu serta berkualitas akan sepenuhnya terwujud.

Sementara itu ketika menyinggung soal terpuruknya kualitas pendidikan Sulawesi Utara pada rangking tiga puluh dua secara Nasional Grace Lowing tidak mau berkomentar. Sosok yang berangkat dari latar-belakang Pelayan Khusus itu lebih memilih menjelaskan capaian dan raihan prestasi yang ditorehkan SMAN 7. Dalam penjelasannya itu mengungkap seputar keberhasilan yang dicapai oleh para anak didiknya pada ujian akhir nasional tahun 2018-2019 sekolahnya berada pada rangking lima, mengoleksi nilai tertinggi Sembilan puluh enam untuk bidang study Bahasa Indonesia dengan nilai rata-rata enam puluh empat dan rangking delapan untuk bidang study bahasa Inggris berhasil meraih nilai tertinggi Sembilan puluh empat dengan nilai rata-rata lima puluh dua koma empat puluh.

Sementara menilik kualitas pendidikan yang saat ini berada pada rangking tiga puluh dua menurutnya sebenarnya tidak menurun tapi lebih disebabkan ujian akhir nasional untuk Sulawesi Utara sudah seratus persen menerapkan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) jika dibandingkan dengan beberapa Provinsi masih menerapkan ujian nasional menggunakan kertas pensil yang tidak berbeda jauh dengan ujian akhir nasional Sulawesi utara tahun 2017-2018 masih delapan puluh lima persen menerapakan sisitim ujian UNBK dan sisanya ujian nasional kertas pensil dengan capaian yang tidak seperti saat ini penyebabnya, Sulawesi Utara untuk ujian akhir nasional tahun ajaran 2018-2019 telah sepenuhnya menerapkan ujian akhir sekolah berbasis komputer sehingga tidak mengherankan kalau Sulut berada pada rangking tiga puluh dua,” tandas Lowing.

Dibagian lain ketika ditanya soal perbedaan sistim ujian nasional menggunakan kertas dan pensil dengan sisitim ujian nasional berbasis komputer Lowing menandaskan, sistim UNKP kadar integritasnya lebih rendah dan kalau nilai kelulusan di angka rata-rata Sembilan puluh kemungkinan itu bisa saja terjadi. Berbeda dengan sistim ujian UNBK integritasnya jauh lebih tinggi mengapa, sistim UNKP masih berpeluang buat para peserta ujian akhir nasional saling nyontek dan memberi jawaban antara satu dengan yang lainnya, tidak demikian dengan sisitim UNBK dimana setiap komputer terdiri dari satu paket soal berbeda dengan paket soal dikomputer lainnya sehingga tidak ada kesempatan tengok menengok atau saling nyontek jawaban dengan waktu yang sangat terbatas dalam menjawab setiap pertanyaans,” ungkap Lowing.

Menyinggung seputar kualitas pendidikan Sulut di era kepemimpinan sebelumnya bertengger diurutan lima besar secara nasional memurutnya karena saat itu masih menerapkan Ujian Nasional menggunakan alat tulis-menulis (UNKP) yang kadar integritasnya jauh lebih rendah dibanding sisitim ujian UNBK,” terangnya, namun demikian ketika ditanya lebih jauh tentang mutu jebolan UNBK atau pun UNBK dapat dijamin kualitasnya Lowing berkilah, masih perlu dilakukan penelitian tapi yang pasti ujian nasional berbasis komputer lebih berkualitas dengan kadar integritasnya jauh lebih tinggi,” tegasnya.

Hal lain yang sempat mengemuka yakni berkaitan dengan sistim ujian nasional berbasis Komputer menurutnya telah dilakoni sejak empat tahun belakangan sehingga bukan hal baru buat SMAN 7 meskpun begitu diakuinya, di sana-sini masih perlu pembenahan terkait peningkatan mutu dan kualitas belajar-mengajar bidang studi tertentu seperti bidang study matematika, fisika, kimia dan biologi akan terus digenjot agar capaian mutu bidang study tertentu itu dapat setarah dengan kualitas bidang studi lainnya yang terus mengukir prestasi,” imbuhnya.

Sementara mengomentari sekolah gratis dilingkungan pendidikan menengah atas dan kejuruan negeri kerap dipahami sebagai sekolah bebas pungutan tidaklah seperti itu, sekolah bebas pungutan hanya ditujukan kepada siswa kurang dan tidak mampu didasarkan pada kondisi objektif dibiayai melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS) sementara siswa mampu memiliki kewajiban untuk berpartisipasi secara aktif sesuai UU Sisdiknas nomor 20 tahun 2003, PP 48 thn 2008 tapi sementara, peran dan keikut-sertaan masyarakat dalam ikut membantu kelancaran proses belajar-mengajar masih terbentur pada pemahaman aturan secara sepotong-sepotong oleh lembaga tertentu.

Dan kalau ada sementara pihak menyebut dunia pendidikan Sulawesi Utara tengah mati suri itu bukan persoalan kinerja pemerintah daerah dalam hal ini Kadisdiknas Pendidikan Sulawesi Utara tapi lebih pada kebutuhan biaya pendidikan yang hanya bertumpuh pada dana BOS sementara peran masyarakat dalam memberikan sumbangsih terhadap penyelenggaraan pendidikan masih belum sepenuhnya dapat dilakukan, bukan orang tua yang tidak mau membantu, orang tua suka membantu tapi persoalannya terletak pada campur tangan pihak Ombustman yang terlalu jauh masuk kedalam,” ujar Lowing

Sementara itu pemahaman sekolah gratis hanya dipahami pada tataran harafia semata terkait kebijakan sekolah melakukan pungutan dana kepada orang tua siswa dalam hal ini Komite sekolah dengan Wali/orang tua murid perihal pungutan dana yang disepakati oleh kedua belah pihak cenderung dinilai pungutan liar padahal menyangkut pendanaan biaya pendidikan UU Sisdiknas, PP maupun Permendikbud mengatur dengan jelas mengenai kewajiban masyarakat dalam membantu kelancaran proses belajar-mengajar kecuali siswa kurang/tidak mampu memperoleh perlakuan khusus dari Negara dengan membebaskan mereka dari semua tuntutan pendanaan pendidikan,” paparnya.(JL)

Admin SR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Anggota Unit Inteldim 1002/Barabai Sertu Erwanto melaksanakan pengamanan umat Hindu yang melakukan indah Purnama di Pura Agung

Sel Jun 18 , 2019
Sulut – sinarrayanews.com Kualitas pendidikan menurut DR. Grace Lowing, SPd, MPd, MTh tidak hanya dilihat dari sisi nilai semata, ada aspek lain yang tidak kalah penting dari sekedar nilai yaitu menyangkut pembinaan watak dan mental. Karakter, jati diri seorang anak didik melalui penanaman nilai-nilai keluhuran, budi pekerti , etika dan moral, […]