Kodim Siap Dukung Pengamanan Hari Raya

 

Kodim 0820/Probolinggo .sinarrayanews.com sejak dihelat Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2019 baik yang diselenggarakan Polresta maupun Polres Kabupaten Probolinggo, kedua institusi tersebut siap untuk didukung dalam pengamanan Hari Raya Idul Fitri 1440 Hijriyah. Bentuk dukungan bisa disaksikan setelah apel gelar tersebut yang langsung masuk pos-pos dalam pengamanan jalur mudik sebelum sampai dengan sesudahnya selama 13 hari penetapan yang telah ditentukan oleh pihak kepolisian, seperti yang disampaikan oleh Perwira Seksi Operasi Kodim 0820/Probolinggo Kapten Inf Joko Samakta, Senin (03/06/2019).

Bukti nyata adalah bisa dilihat dilapangan. “Memang kita tidak mendukung dengan jumlah yang sama banyak namun itu adalah bentuk permintaannya dan kita adalah yang mendukung sesuai dengan permintaan”, Kapten Inf Joko menambahkan. Untuk diketahui bersama bahwa pos pengamanan yang ditetapkan oleh Polresta Probolinggo adalah di Rest Area Tongas, Terminal Bayuangga dan Depan Pemerintah Kota Probolinggo. Sedangkan wilayah Kabupaten yang ditetapkan oleh Polres adalah Leces, Bentar, Kraksaan dan Paiton. Khusus untuk Bentar statusnya adalah Pos Pelayanan.

Jumlah yang diminta adalah dua personel disetiap pos sedangkan teknis dilapangan, Pasi Ops Kodim Probolinggo telah memberikan sektor pekerjaan sebagai giliran koramil yang harus memenuhi pos-pos tersebut. Bagi personel Kodim Probolinggo, hal ini bukan hal yang menjadi kaget. Bagi Satuan Teritorial, tugas mendukung kepolisian termasuk diantaranya pengamanan internal khususnya disaat kegiatan Hari Raya setiap umat termasuk tahun baru maka telah menjadi kebiasaan untuk selalu berjaga menjamin keamanan masyarakat.

Khusus bagi Koramil 08/Sukapura dan Koramil 09/Lumbang, kedua Koramil tersebut menjagakan wilayahnya sendiri berkaitan dengan ada obyek wisata Gunung Bromo dan Air Terjun Madakaripura. Atas dasar tersebut, masing-masing koramil dari kedua koramil tersebut menembatkan personelnya untuk pengamanan obyek wisata. Harapannya ada juga perhatian dari masyarakat sebagai pam swakarsa atau institusi lainnya mengingat kedua kawasan wisata tersebut sudah menjadi icon nasional dan internasional. “Terjadi sesuatu yang tidak baik (benar) tentunya akan berpretensi buruk terhadap citra wilayah serta kita melaksanakannya atas kesadaran sendiri”, ucap Kapten Inf Joko Samakta.
(Habib Gila/bunarto)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *