Aksi Saka Wira Kartika Kodim 0820/Probolinggo

 

Problinggo sinarrayanews.com Diawali dari Saka Wira Kartika Koramil Gending melakukan aksi, giliran Saka Wira Kartika Kodim 0820/Probolinggo membuat hal serupa namun tidak sama pada hari Senin sore (27/05) di sekitar asrama Makodim. Kegiatan serupa sebagai kegiatan rutin latihan dan pemberian takzil dan tidak samanya adalah adanya siraman rohani bagi Saka Wira Kartika yang beragama Islam.

Keterlibatan dalam agenda latihan yang sudah dijadwalkan, direncanakan juga pemberian takjil di depan jalan raya Makodim, Jalan Panglima Besar Sudirman Kota Probolinggo. Para siswa pramuka muda ini berjumlah 100 orang dengan Pamong 5 orang, termasuk didalamnya calon Perwira Seksi Teritorial yang baru, Kapten Kav Nurhaedi. Dia lah yang mengorganisir kegiatan sekaligus memperkenalkan diri dan mencoba mendekatkan, belanja masalah serta belajar dengan pekerjaan yang semakin dekat menjadi tugas dan tanggung jawabnya.

“Pengenalan pekerjaan baru yang cukup menantang sekaligus ngemong adik-adik dalam menularkan ilmu yang pernah didapatnya”, ucap Kapten Kav Nurhaedi. Tentunya ilmu yang dimaksud adalah menyesuaikan dengan keadaan dan tepat bagi kebutuhan Saka Wira Kartika seperti ilmu navigasi, survival, tali temali dan pertolongan pertama. Personel yang dilibatkan dalam Saka Wira Kartika Kodim 0820/Probolinggo berasal pada hari ini berasal dari SMAN 1 Gending, SMAN 1 Tongas, SMAN 1 Bantaran, SMAN 1 Leces dan SMAN 2 Kota Probolinggo. Didampingi pula oleh Dewan Kerja Cabang Kwarcab Probolibggo sebanyak orang. Seusai berbagi takjil dengan satu komando semuanya bergerak menuju Masjid Al Hidayah Kodim 0820/Probolinggo dengan membersihkan diri mengambil wudhu dan duduk rapi. Mereka mendengarkan ceramah siraman rohani dari Ustadz Anwar dari Kademangan sambil menunggu berbuka.

Saat tiba adzan berkumandang, dengan mengucap syukur atas berkah dan kenikmatan yang diberikan Tuhan, bersegera berbuka. Dilanjutkan dengan Shalat Magrib berjamaah dan berbuka di teras masjid tersebut. “Ala kadarnya dan sudah biasa dengan gaya seperti ini”, ucap salah satu Saka. Ya, mereka duduk bersila berhadap-hadapan menikmati makanan secara terpimpin.
(Habib Gila)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *