Polri Digugat, Diduga Menduduki Bangunan Rumah Tanpa Izin Pemilik

NGANJUKsinarrayanews.com

Sejumlah petugas Pengadilan Negeri (PN) Nganjuk akhirnya turun ke lokasi untuk memeriksa obyek bangunan yang di sengketakan oleh ahli waris almarhum Soen Djoen (Tjhoen) Bie dengan Kepolisian Resort (Polres) Nganjuk.

Soen Djoen (Tjhoen) Bie terus berjuang menuntut agar mendapatkan bangunan rumah miliknya yang terletak di jalan Kartini No. 11 Nganjuk – Jawa Timur dalam sidang setempat, kamis (25/4/2019).

Pemeriksaan obyek dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, agendanya pemeriksaan ditempat artinya melihat situasi di lokasi itu bagaimana, yang di dalam itu apa saja.

Nicky SH. MH selaku kuasa hukum ahli waris, menyampaikan, materi sidang setempat hari ini yaitu pemeriksaan bangunan rumah yang diduduki kepolisian Nganjuk.

Dilapangan ditemukan fakta bahwa sesuai dengan sertifikat HGB, surat ukur no. 5 tahun 1967 ternyata ada beberapa bangunan yang di duga fisiknya sudah dilenyapkan , tegasnya. .

Dari beberapa bangunan yang seharusnya ada menurut sertifikat HGB, surat ukur no. 5 tahun 1967, hanya tersisa bangunan utama, kita juga tidak tahu bangunan lainnya yang dikembangkan oleh Polri. .

Sidang ini di gelar untuk memverifikasi kebenaran antara SHGB yang dimiliki oleh penggugat dengan kondisi fakta bangunan di lapangan, dan kami sangat berharap hakim dapat
mengungkap juga kasus lenyapnya bangunan yang menjadi tanggung jawab polri yang mendudukinya sejak tahun 1967.

Nicky juga menambahkan pihaknya berharap kasus ini segera terselesaikan dan Pengadilan Negeri Nganjuk segera mengabulkan tuntutan mereka karena kita memiliki bukti-bukti kuat “Semua bukti ada dengan kita, ada SHGB kemudian ada dari peralihan hak yang nanti akan kami sampaikan pada proses pembuktian”, tegas Nicky.(sinarrayanews.com/BGS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *