Asuransi Sinar Mas di Gugat Driver Gojek di Sidoarjo

SIDOARJO, sinarrayanews.com

Sejumlah nasabah finance mengeluhkan lamanya proses pencairan klaim asuransi kehilangan sepeda motor yang dibeli secara kredit. Janji penggantian atas kendaraan yang hilang pun tidak kunjung terealisasi.

Padahal dalam akad kredit awal pihak leasing berjanji akan membantu mengurus agar klaim asuransi dipermudah apabila kendaraan nasabahnya hilang.

Kondisi ini di alami oleh Khoirul Anwar (34), warga Jalan Lemah Putro, Kecamatan/Kabupaten Sidoarjo, yang juga driver ojek online (ojol) Gojek menggugat PT Asuransi Sinar Mas Cabang Sidoarjo.

Gugatan perdata itu didaftarkan di Pengadilan Negeri Sidoarjo, Selasa (16/4/2019) oleh penggugat bersama kuasa hukumnya, M Sholeh dengan didampingi para driver ojek online (Ojol) di Sidoarjo sebagai bentuk solidaritas sesama rekan kerja.

Gugatan itu dilayangkan karena pihak penggugat merasa dirugikan karena pihak PT Asuransi Sinar Mas Cabang Sidoarjo menolak klaim asuransi atas hilangnya motor Yamaha Nmax pada 21 Februari 2019 lalu.

Padahal, pihak penggugat sudah mengajukan secara resmi semua syarat, termasuk laporan dari pihak Kepolisian No STBL/106/II/2019/JATIM/RESTA.SDA, namun “Pihak asuransi menolak menggeluarkan klaim atas hilangnya motor itu. Dengan argumentasi bahwa hilangnya motor tersebut digunakan untuk Gojek atau dikomersilkan,” ucap Sholeh kepada Sinarrayanews.com.

Memang saya tau dari dulu yang namanya asuransi itu selalu kalau mobil atau motor dipakai komersil atau disewakan tidak bisa klaim, namun ini ada keganjilan, kaitannya apa, pertama sepeda motor ini hilang tidak saat gojek (kerja), tapi ini malam hari tentu tidak ada kaitannya dengan komersil, hilangnya kendaraan kliennya itu ketika terparkir di kediamannya di Jalan Jasem RT 14, RW 02 Kelurahan Bulusidokare, Sidoarjo.

Lanjut dia, kedua bahwa berdasarkan UU No 8 tahun 1999 tidak boleh pengusaha itu menerapkan Klausa Baku, yang artinya aturan yang dibuat sepihak, kita sebagai konsumen tidak kuasa apapun atas aturan itu, semestinya harus dibicarakan lebih dahulu, tuturnya.

“Asuransi itu tidak boleh menerapkan, melepaskan dan membebankan tanggung jawab kalau itu dipakai komersil. Gak ada kaitannya,” ujar dia.

“Yang penting bayarnya rutin, ajek dan tetap tiap bulannya. Kalau semua perusahaan asuransi milih untung terus ya jangan bikin perusahaan,” tegasnya.

Motor yang hilang itu memang masih berstatus kredit dan tertanggung asuransi. Itu tercatat di pertanggungan asuransi dengan Nomor Polis 58.509.2016.02012, sejak 24 Mei 2016 hingga 24 April 2019.

Atas kejadian itu pihak penggugat sudah tidak lagi bekerja dan mengalami kerugian total sebesar Rp 34.125.000 (tiga puluh empat juta seratus dua puluh lima ribu rupiah) “Kami tidak ingin kejadian itu terulang kembali kepada kawan-kawan Gojek lainnya,” pungkas Sholeh.(sinarrayanews.com/BGS)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *