*Diduga Lakukan Penipuan, Oknum Anggota POLDA Maluku Coreng Polri*

*Diduga Lakukan Penipuan, Oknum Anggota POLDA Maluku Coreng Polri*

BANDUNG– Lagi-lagi Oknum Polisi mencoreng nama baik Institusi POLRI, dimana dia (pelaku, inisial SYD), yang notabene masih anggota Polantas Polda Maluku, diduga telah melakukan penipuan ke beberapa korban. Dengan berbagai macam dalih yang dia lontarkan, seakan memainkan modus untuk mengelabui korbannya.

Hal demikian sebagaimana diungkapkan salah satu korban yang sudah merasa ditipu oknum anggota Polantas Polda Maluku dimaksud, yang sampai ke meja redaksi.

“Sebut Saja SL yang sudah berkenalan dengan Syarif di Jakarta pada tanggal 15 Maret 2018. Awal mula saya kenal Syarif itu, memulai pacaran dengan saya, dimana dia tinggal di Bandung ikut dengan saya. Adapun dia meminta bantuan dana sebesar Rp 40 juta untuk dikirim ke Ambon karena proses banding akan masuk Polisi lagi , dengan menjanjikan dia akan memberikan uang serta ATM kepada saya sekitar 300 juta dari pinjaman BRI, dengan ucapan meyakinkan bahwasanya uang ini untuk modal hidup kita berdua.

Kejadian selanjutnya, dia saya kenalkan kepada teman saya dan keluarga saya”. Demikian diungkapkan Silmi, salah satu korban penipuan oknum anggota Polantas Polda Maluku, kepada awak media, Kamis (21/3/19).

Lanjut,” Tanpa sepengetahuan saya, dia menawarkan sebuah unit mobil dan motor kepada keluarga dan teman saya , dengan rincian DP Mobil Xenia Rp 18 juta, Mobil Dump Truck Rp 32 juta, Motor Xtrail Rp 8 juta, Mobil Fortuner Rp 18 juta , begitu juga dengan meminjam uang dari hasil pegadaian BPKB mobil saya”.

Dipaparkan Silmi,” Korban selanjutnya adalah penjaga kost saya, yang berada di daerah Pasteur Babakanjeruk. Dimana dia dijanjikan sebuah unit Toyota Yaris dengan DP Rp 4.500.000. Hal ini juga berlangsung dengan korban-korban yang lainnya seperti supir GRAB yang dia tipu Rp 3.250.000 dengan alasan bapaknya meninggal,” jelas Silmi.

Menyikapi hal tersebut, Bapak Feri Rusdiono selaku Ketua Umum PWOIN (Perkumpulan Wartawan Online Independen Nusantara) , yang mengawal kasus atas aduan masyarakat dimaksud, kepada JayantaraNews.com menuturkan. ” Atas perbuatannya, sebagaimana dilaporkan (LP) ke Polres Kabupaten  Bandung, diduga melanggar Pasal 378 dan atau 372 juncto 379 A KUHP, tentang Penipuan dan atau Penggelapan juncto Menjadikan Kebiasaan”. (Tim Ctl)

Back to top button
Close
Close