Kunker Menhankam Jendral TNI (purn) Ryasmizard Ryacudu di Kodam V/Brawijaya.

Kunker Menhankam Jendral TNI (purn) Ryasmizard Ryacudu di Kodam V/Brawijaya.

Surabaya, sinarayanews.com –Bertempat di Balai Prajurit Kodam V/ Brawijaya jl. Raden Wijaya No. 4 Surabaya, telah dilaksanakan kunjungan kerja Jenderal TNI ( Purn) Ryamizard Ryacudu ( Menhan RI ) dalam rangka pembekalan kpd seluruh Dansat jajaran Kodam V/Brw berjumlah 150 personil dengan penanggung jawab Mayjend TNI Wisnoe Prasetya Boedi ( Pangdam V/ Brawijaya) Jumat (15/03/19).

Hadir pejabat Kodam V/Brawijaya, Mayjend TNI Wisnoe Prasetya Boedi ( Pangdam V/ Brawijaya), Brigjend TNI Bambang Ismawan ( Kasdam V / Brawijaya), Kol. Inf Pardede (Irdam V/Brw), Kolonel Kav Sahid Sahabudin ( Asren Kodam V/Brawijaya), Para Asisten Kasdam V/Brawijaya, Kol. Cpm E Wijaya P (Danpomdam V/Brawijaya), Kol Inf Singgih Pambudi Irianto (Kapendam V/Brw), Kolonel Inf. Romli ( Kajasdam V / Brw), Para Kabalak Jajaran Kodam V/Brw, Para Dansat Jajaran Kodam V/Brw, Para Dandim jajaran Kodam
14. Letkol Inf Asrul Harahap (Dandeninteldam V/Brawijaya).

Dalam pengarahan Menhankam RI, kalau ada ancaman yang belum nyata, apabila ada perselisihan tidak boleh diselesaikan dengan kekuatan senjata, tetapi harus kekeluargaan, akan menjadi ancaman nyata apabila kedaulatan, keutuhan negara
dan keselamatan bangsa terganggu harus ditangani pertahanan semesta yaitu dengan tiga komponen pendukung utama, cadangan dilaksanakan dengan cara fisik dan non fisik.
Sedangkan jika ada ancaman nyata seperti paham radikalisme dan terorisme, bencana alam, cyber intelijen, perompakan, pencurian, narkoba, wabah penyakit, perbatasan dan wabah penyakit itu harus diantisipasi.

Sedangkan ancaman sangat nyata, saat ini terhadap minset sebagai pemersatu bangsa yaitu ideologi Pancasila, yg sekarang dihadapi adalah ancaman terorisme generasi ketiga ( militan Asing) yg kembali dari negara Syria dan Irak setalag kelompok Isis terpukul di Irak dan Syria mereka kembali ke negara masing-masing di Asia Timur seperti Indonesia, Malaysia dan Filipina itu wajib di antisipasi.

Trilateral Maritime Patrol adalah kegaitan Patroli Maritime terkoordinasi oleh 6 negara Asean dengan semangat dan sentralitas Asean dalam menjaga stabilitas di kawasan hadapi ancaman nyata non tradisional seperti perampokan, penculikan, terorisme dan kejahatan lintas negara bisa diminimalisir.

Ancaman radikal dan teroris sekarang ini memiliki sifat-sifat alamiah berbentuk sel tidur serta operasi berdiri sendiri dan radikalisasi dengan online, desentralisasi ke dalam wilayah provinsi serta media sosial dan penggunaan teknologi canggih sehingga harus diantisipasi.

Aspek penanganan fisik bersenjata terhadap aksi terorisme hanya berkontribusi 1% kedalaman penanganan akar masalah terorisme, sementara 99% penyelesaian radikalisme ini ditentukan oleh upaya rakyat untuk mencegah melalui penanaman Bela Negara.

Di tahun Politik 2019, selaku alat negara maka politik TNI adalah politik negara bukan politik praktis kelompok atau politik partai, tetap jaga semangat dan persatuan dan kesatuan, pilih pemimpin yang benar dengan cara berdoa kalau agama Islam sholat Istiqoroh memohon petunjuk kepada Allah SWT supaya yg terpilih nanti bisa mengemban amanat rakyat dengan baik. Bbh.(redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *