TNI Bersama Masyarakat Bersihkan Saluran Irigasi

TNI Bersama Masyarakat Bersihkan Saluran Irigasi

GROBONGAN – sinarrayanews.com Dengan adanya musim panen padi bebrapa hari yang lalu di Dusun Mayang dan Dusun/Desa Kronggen, Kecamatan Brati, Kabupaten Grobogan menyisakan sampah jerami yang berserakan dimana-mana sehingga dengan curah hujan yang terkadang masih turun dengan cukup lebat di wilayah Kabupaten Grobogan mengakibatkan sampah jerami yang berserakan hanyut terbawa air dan menyumbat dibebrapa pintu salutran irigasi, menyikapi hal tersebut Babinsa Koramil 0717/13 Brati Serma Jumadi bersama masyarakat melaksanakan karya bakti untuk membersihkan lingkungannya terutama saluran irigasi atau selokan agar tidak menghambat arus air dan mengakibatkan banjir, Selasa (13/3)

Serma Jumadi Babinsa Desa Kronggen mengatakan, karya bakti ini sudah direncanakan beberapa waktu yang lalu bersama Babinsa sehingga kegiatan ini didukung sepenuhnya dan pada hari ini baru dapat dilaksanakan.
“Beberapa hari yang lalu saat terjadi hujan memang saluran air ini rupanya tersumbat sehingga meluber dan menggenangi pekarangan warga karena kondisi jalan sudah lebih tinggi dari pekarangan warga,” tutur Jumadi.
Lebih lanjut dikatakan Jumadi, Babinsa memang harus selalu bersama masyarakat binaan bahkan mendukung dan membantu segala kegiatan masyarakat di wilayah desa binaan bersama masyarakat.

Pembersihan kanan kiri saluran irigasi dikarenakan banyak ranting pohon yang tumbang dan gedebok pisang sehingga mengganggu kelancaran aliran air apabila tumpukan pohon dan sampah dibiarkan maka musim hujan tahun ini akan mengakibatkan banjir yang dapat meluap ke kampung sekitar.

“Kegiatan ini juga bertujuan untuk mempererat tali silaturahim antara masyarakat dan Babinsa. Tujuan dari karya bakti membersihkan kanan kiri irigasi agar di sekitar tempat tersebut menjadi bersih, aliran air menjadi lancar dan tidak lagi tersumbat,” pungkas Babinsa.

Salah satu warga setemat Sukarjo(48) sangat memberikan apresiasi Babinsa yang mendorong masyarakat untuk karya bakti tersebut guna memperbaiki kondisi lingkungannya sendiri. Menurutnya, upaya-upaya pembersihan saluran air sangat diperlukan guna mengantisipasi adanya curah hujan yang masih relatif tinggi sehingga tidak terjadi banjir serta bisa dimanfaatkan untuk mengairi sawah dan kebun warga.

“Apabila aliran air lancar, pasokan air yang dibutuhkan untuk masa tanam kedua (MT2) akan tecukupi serta genangan air tidak akan memasuki pemukiman warga. Dengan begitu lingkungan menjadi bersih dan sehat,” kata Sukarjo.(redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *