Pasar Induk Beras Segera di Bangun Oleh Bulog Dan Pemprov Jatim

Pasar Induk Beras Segera di Bangun Oleh Bulog Dan Pemprov Jatim


SIDOARJO – sinarrayanews.com Provinsi Jawa Timur sebentar lagi akan memiliki pasar induk beras seperti yang ada di pasar induk Kramat Jati Jakarta.

Pusat berbagai ragam komoditas beras akan segera dibangun yang rencana lokasinya berada di gudang Bulog Subdivre Surabaya Utara yaitu Buduran Sidoarjo untuk tahun ini.

Rencana akan dibangunnya pasar induk beras di gudang Bulog di Buduran ini disampaikan oleh Kadivre Perum Bulog Divre Jatim Muhammad Hasyim, karena lokasi di Buduran memiliki luas yang cukup memadai.

“Menurut Hasyim luas gudang di perkirakan 33 hektar. Jadi sangat mumpuni untuk dibangun pasar induk,” tuturnya di sela pelepasan truk untuk operasi pasar Kamis (10/1/2019).

Namun sampai saat ini, Hasyim belum bisa memastikan berapa luas lahan yang akan dijadikan pasar induk beras.

“Namun yang pasti dalam tahun ini sudah selesai dan beroperasi. Nantinya semua jenis beras akan ada di sini. Pedagang bisa kulakan di sini,” tegasnya.

Sementara Sekretaris Provinsi Jawa Timur, Heru Tjahjono juga menyampaikan, bahwa dengan hadirnya pasar induk beras ini diharapkan ketersediaan beras di Jawa Timur bisa terus stabil begitupun dengan harganya. Sehingga masyarakat tidak perlu khawatir akan kekurangan beras.

“Jawa Timur merupakan salah satu lumbung padi nasional. Untuk stok kita selalu aman setiap tahunnya, meskipun petani belum panen sekalipun,” katanya dalam kesempatan yang sama.

Disampaikan juga oleh Heru, bahwa saat ini stok beras di Jatim sebesar 650 ribu ton. Itu akan bisa mencukupi kebutuhan masyarakat hingga akhir tahun 2019.

“Pada musim panen besar nanti pada awal April diperkirakan bisa mencapai 2,6 juta ton,” ucapnya.

Saat ini sebelum panen, Bulog bersama Pemprov melakukan stabilisasi harga dengan menggerojok beras ke pasar-pasar.

Untuk harga jual beras yang medium dikisaran Rp 8.500 per kilogram, sementara harga eceran tertinggi (HET) sebesar 9.450 per kilogram.

“Kita coba nanti memasak beras medium Bulog ini, supaya kita benar-benar bisa merasakan beras ini memang layak untuk dikonsumsi masyarakat,” kata Heru.(sinarraya.news.com/BGS)

error: Content is protected !!