Kriminalitas di Jember Naik, Selama Tahun 2018 Dibanding Tahun 2017

Kriminalitas di Jember Naik, Selama Tahun 2018 Dibanding Tahun 2017

(sinarrayanews.com)
JEMBER – Jumlah angka kriminalitas di Kabupaten Jember tahun 2018 lebih tinggi jika dibanding tahun 2017. Berdasarkan pemaparan Kapolres Jember AKBP Kusworo Wibowo dalam konferensi pers analisa dan evaluasi kinerja Polres Jember tahun 2018, diketahui angka kriminalitas tahun 2018 mencapai 1.810 kasus.

Jumlah angka ini berdasarkan laporan yang masuk ke Mapolres Jember.

Sementara tahun 2017, laporan yang masuk mencapai 1.761 kasus. “Sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat atas kinerja selama setahun, maka kami melakukan pemaparan hasil analisa dan evaluasi tahun 2018. Untuk laporan tindak kriminalitas yang kami terima, tahun 2018 memang ada kenaikan dibandingkan tahun 2017,” ujar Kusworo, Senin (31/12/2018).

Jumlah laporan tahun 2018, laporan yang berhasil diselesaikan mencapai 1.425 kasus, sedangkan tahun 2017 laporan yang diselesaikan mencapai 1.338 kasus.

Menurut Kusworo, penyelesaian laporan itu merupakan kerjasama semua satuan di Mapolres Jember. “Tentunya ini hasil kerja keras bersama, dan kerja tim,” tegas Kusworo.

Dari jumlah laporan tahun 2018, berarti masih ada lebih dari 300 perkara yang belum diselesaikan. Kusworo menerangkan, laporan yang belum selesai dikarenakan beberapa faktor.

“Ada faktor laporan masuk di bulan Oktober sampai dengan Desember, karena tersangka belum ada, atau saksi belum semua dimintai keterangan. Laporan yang disebut selesai itu artinya yang sudah kami limpahkan ke tahap selanjutnya ke Kejaksaan,” tegas Kusworo.

Kusworo berjanji akan tetap menindaklanjuti semua sisa laporan kejadian di tahun 2018 itu.

Sementara itu, untuk indeks kriminalitas di Jember tahun 2018 masih didominasi oleh kasus peredaran narkoba dan penipuan. Polisi memetakkan ada 11 indeks kriminalitas, yakni pembunuhan, pencurian dengan kekerasan, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, penganiayaan berat, penipuan, penggelapan, perkosaan, perjudian, kepemilikan senjata api/bahan peledak, dan narkoba.

Lima besar tindak kriminalitas dalam indeks kriminalitas tahun 2018 di Jember adalah peredaran narkoba (311 kasus), penipuan (258 kasus), pencurian dengan pemberatan (239 kasus), pencurian kendaraan bermotor (151 kasus), dan penganiayaan berat (140 kasus).

Kusworo menambahkan, kasus pencurian kendaraan bermotor banyak ditemukan di kawasan permukiman padat penduduk, dan juga di kawasan kampus.

Sedangkan Kasatreskrim Polres Jember AKP Y Jumbo Qantas menambahkan, dari laporan penipuan yang diterima Polres Jember, didominasi oleh penipuan konvensional.

“Ada laporan penipuan online namun tidak banyak. Masih banyak kasusnya konvensional,” imbuh Jumbo.(BGS)

error: Content is protected !!