Sidang Kasus Pembakaran Sekolah Saksi Digital Polri Tidak Temukan Konspirasi Bakar Sekolah

JAKARTA – sinarrayanews.com

Kasus pembakaran beberapa sekolah di Palangka Raya, yang disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, dengan terdakwa Yansen Binti dan terdakwa lainnya, terus bergulir.

Seperti pada hari ini, Rabu (13/3), sidang kasus tersebut kembali di gelar di
Pengadilan Negeri Jakarta Barat. jaksa penuntut umum (JPU) kali ini menghadirkan Saksi ahli Digital Forensik dari Mabes Polri bernama Saji Purwanto yang melakukan penyelidikan dan pemeriksaan digital dalam kasus pembakaran sekolah tersebut.

Dalam kesaksian nya, Saji Purwanto mengatakan kalau dirinya telah memenuhi 5 kali permintaan pemeriksaan oleh penyidik terhadap obyek, kurang lebih 15 handphone milik pelaku, dan saksi.

Dikatakannya, saat pemeriksaan alat mereka tidak support hingga pihaknya tidak menemukan apa-apa. Begitu juga pada 2 handphone milik terdakwa yang sebelumnya di curigai, tapi ternyata yang ditemukan hanya daftar nama kontak dan panggilan, namun tidak diketahui panggilan itu apa isinya.

Untuk SMS dan WA tidak ada yang mengarah pada perintah menyuruh membakar atau penyebutan sekolah -sekolah mana yang akan dibakar, begitu juga undangan atau permintaan untuk berkumpul atau rapat di KONI dan Betang.

Saji Purwanto juga menegaskan, dari hasil pemeriksaan serta analisa pihaknya tidak menemukan hal-hal yang menunjukan sebagai konpirasi bentuk komunikasi dari SMS dan WA terkait dengan tindak pidana pembakaran sekolah.

Sementara itu, pengacara dari Yansen Alison Binti Sastiono Kesek, saat dikonfirmasi via telpon, turut membenarkan, bahwa JPU hari ini menghadirkan seorang saksi Saji Purwanto dari Digital Forensik Mabes Polri.

Sastiono Kesek memaparkan dalam keterangannya, bahwa tadi siang merupakan sidang kasus pembakaran sekolah dengan terdakwa Indra Gunawan Cs.
“Sebenarnya, JPU meminta dihadirkan Yansen Binti, Berti dan Deni, untuk menjadi saksi buat terdakwa Indra Gunawan Cs, namun entah kenapa urung dikakukan.

“Dengan kesaksian adanya keterangan saksi Digital Forensik dari Mabes Polri bernama Saji Purwanto ini, maka kian mengaburkan tuduhan terkait pembakaran tersebut, serta kesaksiannya justeru malah mengutungkan bagi posisi Yansen Binti dkk,” ujar Sastiono.

Untuk itu, Sastiono mengaku optimis dapat menyelesai kan kasus ini, karena dengan telah dihadirkannya banyak saksi oleh JPU yang justru malah dapat meringankan dan menguntungkan bagi Yansen dkk.

“Kasus ini sedikit demi sekit mulai terang benderang, kita tentunys sangat berharap hakim adil dalam melihat dari perjalanan serta pengakuan saksi yang sudah di hadirkan baik dari saksi meringankan, juga dari saksi yang di hadirkan JPU yang kini justru meringankan,” tandas Sastiono. *(Goesti)*

Admin SR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Hakim Kembali Terjaring OTT, Pakar Runtuhkan Negara Hukum

Kam Mar 15 , 2018
JAKARTA – sinarrayanews.com Kasus pembakaran beberapa sekolah di Palangka Raya, yang disidangkan di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, dengan terdakwa Yansen Binti dan terdakwa lainnya, terus bergulir. Seperti pada hari ini, Rabu (13/3), sidang kasus tersebut kembali di gelar di Pengadilan Negeri Jakarta Barat. jaksa penuntut umum (JPU) kali ini menghadirkan […]