H.FATKHUL HUDA (BUPATI TUBAN)TANDA TANGANI DEKLARASI SEKOLAH/MADRASAH RAMAH ANAK

JAWA TIMUR – sinarrayanews.com

Pemkab Tuban serius mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA). Hal tersebut dibuktikan dengan dilaksanakannya Deklarasi Sekolah/Madrasah Ramah Anak (SRA) di Pendopo Kridho Manunggal Tuban, Rabu (14/03/2018).

Bupati Tuban, H. Fathul Huda bersama Asisten Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Perdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Dra. Lenny Nurharyanti Rosalin, M.Sc melaksanakan penandatanganan deklarasi tersebut. (3/2018)

Penandatangan tersebut juga diikuti perwakilan siswa, Kepala Sekolah, Lembaga Pendidikan di tingkat PAUD/TK, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA.
SRA merupakan salah satu indikator digalakkannya KLA di Kabupatan Tuban dan menjadi bagian terpenting dalam upaya pemenuhan hak-hak anak,” ungkap Bupati. Tercatat 5 indikator KLA yang harus terpenuhi berkaitan dengan SRA. Pertama, angka partisipasi pendidikan anak usia dini. Kedua persentase Wajib Belajar 12 tahun. Ketiga, persentase SRA. Selanjutnya, jumlah sekolah yang memiliki program, sapras perjalanan anak ke dan dari sekolah. “Kelima, tersedia wahana untuk kegiatan kreatif dan rekreatif yang dapat diakses semua anak,” terang Bupati Huda.
Menilik sepertiga waktu anak dihabiskan di sekolah, Bupati Tuban tekankan pemenuhan hak anak. “Hak anak terhadap rasa aman, nyaman, sehat, ramah dan menyenangkan di lingkungan sekolah menjadi prioritas yang harus diwujudkan kepala sekolah, guru, maupun tenaga kependidikan lain,” ungkap Bupati Tuban.

Selain itu, Bupati menghimbau terjalinnya sinergi antara Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama, dan Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Kabupaten Tuban guna percepatan SRA.

Di samping itu, layanan pendidikan yang ada saat ini juga perlu dioptimalkan. “Sehingga satuan pendidikan bersama dengan pihak terkait diharapkan mampu melahirkan generasi yang cerdas secara intelektual, emosional, dan spiritual,” tegas Bupati.
Pada kegiatan yang dihadiri pimpinan OPD dan Camat se-Kabupaten Tuban, dan perwakilan masing-masing lembaga pendidikan.

Bupati menyampaikan, pembentukan, dan pengembangan SRA didasarkan pada prinsip non-diskriminasi, berorientasi pada kepentingan terbaik anak, penghormatan pada martabat dan pandangan anak. Serta menjamin transparansi, akuntabilitas, partisipasi, keterbukaan informasi, dan supremasi hukum di satuan pendidikan.

Sementara itu, Sekretaris Disdik Tuban, Nur Khamid menyampaikan bahwa beberapa program guna peningkatan kualitas dan memenuhi SRA dianataranya Sekolah Adhiwiyata, Sekolah Aman Bencana, Sekolah Inklusif, Sekolah Sehat, UKS, Warung Kejujuran, Sekolah Bebas Napza, Pesantren Ramah Anak. “Program tersebut menjadi bukti sinergitas institusi pendidikan dengan lembaga lain dalam mewujudkan KLA,” jelasnya. (Aym)

Admin SR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Rampas HP Milik Pelajar, Dua Pelaku Diamankan Polsek Kebon Jeruk

Rab Mar 14 , 2018
JAWA TIMUR – sinarrayanews.com Pemkab Tuban serius mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA). Hal tersebut dibuktikan dengan dilaksanakannya Deklarasi Sekolah/Madrasah Ramah Anak (SRA) di Pendopo Kridho Manunggal Tuban, Rabu (14/03/2018). Bupati Tuban, H. Fathul Huda bersama Asisten Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Perdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, Dra. Lenny […]