Pihak Yansen Beberkan Bukti, Fakta, Serta Alibi. Terkait Kasus Pembakaran Tujuh Sekolah Palangkaraya.

JAKARTA – sinarrayanews.com

Berkenaan dengan pemberitaan miring, terkait kasus pembakaran tujuh Sekolah Dasar (SD) Palangkaraya pada 30 Juni 2017 lalu, yang menyeret sorang anggota DPRD Palangkaraya, Yansen Alison Binti, sehingga duduk di bangku pesakitan lantaran dituding sebagai otak dari kejahatan tersebut, akhirnya di bantah oleh beberapa saksi, serta alibi, dari pihak Yansen Alison Binti.

 

Dalam keterangan Persnya, Sastiono Kesek, SH sebagai pengacara Yansen Alison Binti dengan tegas memaparkan bahwa; pada saat kliennya di tuduh memimpin rapat rencana pembakaran beberapa Sekolah Dasar di Palangkaraya, justeru dia tengah mengikuti rangkaian ibadah ritual pemakaman almarhum Indra Aser.

 

Hal itu dikuatkan dari pernyataan beberapa saksi yang mengakui menyaksikan kehadiran Yansen Alison Binti ke rumah duka di Jalan Sam Ratulangi No.74 Kelurahan Menteng, Kota Palangkaraya, pada jam 08:30 Wib. Bahkan sampai jenazah Indra Aser dibawa ke Gereja GKE Pangarinah, di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Menteng, Kota Palangkaraya, pada jam 10:00 Wib. Bahkan sampai mengiringinya ke TPU Kristen di Jalan Cilik Riwut KM-12, Kelurahan Bukit Tunggal, Kota Palangkaraya, pada jam 12:15 Wib.

 

Dikatakan hadir dalam prosesi pemakaman itu, Pendeta Gantin Yusef Kung, Dkn. Khristiano, Dkn Setni Betlina, Pendeta Marko Mahin, Pnt. Maringan Sinaga, Pnt. Ahia Nove P. Menggang, Pnt. Agustus L. Gaman, Dkn. Helimaya Baboe, dan Dkn. Friskila.Selain Pendeta, serta Majelis Jemaat yang bertemu dan melihat Yansen Alison Binti pada tanggal 30 Juni 2017, di Rumah Duka, Gereja GKE Pangarinah dan di TPU. Keluarga dari Almarhum juga menegaskan kalau mereka melihat dan bersalaman langsung.

 

“Kami memiliki bukti-bukti kuat dan itu disertai foto-foto kegiatan beliau saat berada di prosesi pemakaman itu,” tegas Sastiono Kesek.Bahkan, Kayon Kurniawan keluarga Almarhum Indra Aser, menurut Sastiono mengakui pula bertemu, melihat dan bersalaman, dengan Yansen Alison Binti saat datang melayat di rumah duka, hingga sampai pada prosesi rangkaian ibadah pemakaman Almarhum.

 

Hal serupa juga dikatakan anak tertua Almarhum Indra Aser, Nopendri yang juga turut bersalaman dengan Yansen saat hadir di acara prosesi pemakaman orang-tuanya tersebut.Kesaksian lainnya juga menegaskan, bahwa tidak ada kegiatan apapun di Gedung Koni pada tanggal 30 Juni 2017 hingga menjelang sholat Jum’at,” tutur Sastiono Kesek.Namun bukan cuma itu, pada tanggal 2 Juli 2017, Yansen Alison Binti juga di tuding hadir di rumah Betang Harakat yang berada di Jalan. RTA. Milano Palangkaraya, memimpin ritual sebelum pembakaran sekolah.

 

“Tapi faktanya, saat itu Pak Yansen tengah berada di Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas dalam rangka acara sosialisasipersiapan pilkada Kabupaten Gunung Mas. Rombongan kecil Yansen Alison Binti berangkat dari Palangkaraya menuju Kuala Kurun Sabtu, 1 Juli 2017 sekitar jam 17:30 Wib yang jarak tempuhnya 3 s/d 3,5 jam.

 

“Pagi harinya, sekitar pukul 08.00 WIB, pak Yansen melaksanakan Ibadah Minggu, bersama Jemaat Gereja GKE Sion, Kuala Kurun. yang dipimpin oleh Pendeta Tesi Irawaty, STh,” papar Sastiono lagi.Dalam Ibadah Minggu bersama Jemaat Gereja GKE Sion, Kuala Kurun, disitu Yansen Alison Binti berkenan memberikan bantuan berupa Alkitab Berbahasa Dayak kepada Jemaat Gereja GKE Sion Kuala Kurun.

 

Selesai melakukan Ibadah Minggu bersama Jemaat Gereja GKE Sion, Kuala Kurun, sekitar jam 11.00 WIB, rombongan kecil Yansen Alison Binti pun bergerak menuju rumah keluarga Jhonhar Tommy di Tumbang Tambirah untuk menghadiri Ibadah Pengucapan Syukur Keluarga.

 

“Selanjutnya usai Ibadah Syukur di Keluarga Jhonhar Tommy serta bersosialisasi dengan masyarakat Tumbang Tambirah, sekitar jam 15: 00 Wib, rombongan kecil Yansen Alison Binti akhirnya kembali menuju Kuala Kurun untuk menghadiri Acara Pernikahan Adat di rumah keluarga Warteno.Malamnya, sekitar jam 19:00 Wib, perjalanan dilanjut menuju Tanjung Riu untuk menghadiri Acara Pernikahan Adat di rumah Keluarga Salundik hingga jam 21: 00 Wib, rombongan pun kembali ke Palangkaraya,” ujar Sastiono.

 

Sementara pada tanggal 3 Juli 2017, Sastiono menambahkan, Yansen Alison Binti sudah berada di rumahnya di Jalan Batu Suli V-D No.3 Kelurahan Palangka, Kota Palangkaraya, untuk beristirahat setelah selesai mengadakan perjalanan sosialisasi ke Kuala Kurun, Kabupaten Gunung Mas, yang cukup jauh dan
Melelahkan itu.

 

Selanjutnya sekitar jam 14:00  Wib, Yansen Alison Binti meninjau para tukang yang sedang bekerja membangun rumahnya yang berada di Jalan Christofel Binti Kelurahan Panarung, Kota Palangkaraya, dengan diantar oleh Sayuti (sopirnya).Sedangkan pada sore harinya, sekitar jam 16:00 Wib, Yansen menghadiri Rapat Dewan Adat Dayak (DAD) di Rumah Betang Eka Tingang Nganderang di Jalan D.I. Panjaitan, Kota Palangkaraya. Karena Yansen masuk dalam struktur pengurus dewan adat dayak, sebagai Sekretaris Umum.

 

Sudah menjadi maklum, karena saling menunggu lengkapnya kehadiran anggota yang diundang, maka rapat pun baru dimulai sekitar jam 18:00 Wib.Selesai rapat, dengan diantar oleh Stephano(sopirnya), sekitar jam 20:00 Wib, Yansen Alison Binti pun pulang kerumah kediaman di Jalan Batu Suli V-D No. 3 Kelurahan Palangka, Kota Palangkaraya.Semua kesaksian tersebut dapat di lihat pada bukti dan fakta, serta alibi yang ada,” tandas Sastiono. (Goesti)

Admin SR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Adi Suryadi: Komitmen Merupakan Kunci Menuju Sukses

Jum Mar 9 , 2018
JAKARTA – sinarrayanews.com Berkenaan dengan pemberitaan miring, terkait kasus pembakaran tujuh Sekolah Dasar (SD) Palangkaraya pada 30 Juni 2017 lalu, yang menyeret sorang anggota DPRD Palangkaraya, Yansen Alison Binti, sehingga duduk di bangku pesakitan lantaran dituding sebagai otak dari kejahatan tersebut, akhirnya di bantah oleh beberapa saksi, serta alibi, dari […]