Berbagi Suka Dengan Teman Yang Belum Beruntung.

JAWA TIMUR — sinarrayanews.com

Impian Suratman (40) Fitri (35) warga yang rumahnya kurang layak huni, didesa Kedungpring, Balongpanggang, kini memiliki rumah layak huni, menjadi kenyataan.

Komunitas Sahabat Alumi SMA Nusantara angkatan tahun 96  membedah rumah reyot itu, Minggu (18/2/2018).

Heri (40) Dusun Banci, Desa Balongpanggang, Kecamatan Balongpanggang yang sangat peduli terhadap rekan sekelasnya. Untuk itu kami berbagi suka dengan teman sejawat yang pada saat itu merasakan suka dan duka bersama saat sekolah dulu.

Pemberian bantuan ini sifatnya tidak melekat dan semua teman-teman kami berharap merelakan untuk menyisihkan rejekinya untuk membantu teman kita yang kurang beruntung.

Sejumlah alumni ikut gotong royong membongkar rumah tidak layak itu, kemudian memperbaikinya.

“Agar hasil maksimal, kami tetap menyewa jasa tukang bangunan,” kata pegiat Komunitas Alumi SMA Nusantara.

“Marilah kita berbagi suka dengan teman kita yang belum beruntung.

Menurutnya, bedah rumah menjadi solusi yang ditempuh alumni setelah melihat kondisi rumah.

Mereka membentuk kepanitiaan dan menghitung anggaran perbaikan rumah.

Rencana tersebut disampaikan lewat jejaring komunikasi media sosial yang mereka buat. Alumni dari berbagai Daerah atau kota kemudian menyalurkan sumbangan melalui rekening komunitas.

Sementara itu ditempat yang sama disampaikan Wiwid (39) warga Desa Lundo, kecamatan Benjeng, Gresik mengatakan, bahwa kami sangat peduli terhadap teman teman yang kurang beruntung.

“Karena dengan demikian kami dapat menyisihkan sebagian harta kita untuk teman-teman yang hidupnya kurang beruntung”. Katanya.

Ditempat terpisah Ketua Komunitas Alumni SMANUS 96 Didik saat ditemui menuturkan,” Program

Bedah rumah ini adalah program yang perdana, namun diprogram-program lain, SMANUS 96 juga melakukan sumbang kepada yang tidak mampu.

Dalam kegiatan sosial ini, kami tidak condong  hanya kepada warga Desa Kedungpring saja, di desa-desa lain kami siap membantu, asalkan rumahnya memang betul-betul tidak layak huni, karena sifat kami tidak tebang pilih yang jelas tidak ada persyaratan yang ribet-ribet.

Kepala desa Kedungpring, Priyono (38) kepada media ini membenarkan adanya pembongkaran rumah Suratman yang kurang layak huni.

Saya sangat salut dengan kepedulian teman teman alumnus SMA Nusantara angkatan tahun 96 yang begitu peduli terhadap teman-teman seangkatannya.

Ia menambahkan dengan dibantunya penduduk saya dapat dijadikan motivasi bagi Suratman untuk bekerja yang lebih giat lagi, jangan diartikan bantuan bukan penghinaan, tapi bantuan jadikan alat motivasi bagi diri sendiri.

“Dan hindari pinjam kepada rentenir atau yang berkedok koperasi”. Katanya.

Bedah rumah itu masih jauh dari sempurna. Namun setidaknya meningkatkan derajat kesehatan dan keluarganya. “Bagi saya sudah sangat bagus, terima kasih teman-teman, yang rela menyisihkan rejekinya” kata Suratman. (dyo/reed)

Admin SR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Next Post

Kapten Inf Karmu Bersama Sertu Roy Irawan Hadiri Pengambilan Sumpah Perangkat Desa

Ming Feb 18 , 2018
JAWA TIMUR — sinarrayanews.com Impian Suratman (40) Fitri (35) warga yang rumahnya kurang layak huni, didesa Kedungpring, Balongpanggang, kini memiliki rumah layak huni, menjadi kenyataan. Komunitas Sahabat Alumi SMA Nusantara angkatan tahun 96  membedah rumah reyot itu, Minggu (18/2/2018). Heri (40) Dusun Banci, Desa Balongpanggang, Kecamatan Balongpanggang yang sangat peduli […]

Breaking News