Terapkan New Normal, Babinsa Koramil 1612-01/Ruteng Aktif Sosialisasi Dan Edukasi Masyarakat Tentang Protokoler Covid-19

Terapkan New Normal, Babinsa Koramil 1612-01/Ruteng Aktif Sosialisasi Dan Edukasi Masyarakat Tentang Protokoler Covid-19

 

sinarrayanews.com || Sosialisasi penerapan new normal di wilayah Koramil 1612-01/Ruteng bertujuan agar masyarakat tetap bisa produktif tetapi aman dari Covid-19, sosialisasi penerapan new normal berlangsung pada hari Rabu tanggal 24 Juni 2020 pukul 10:00

Babinsa Koramil 1612-01/Ruteng an. Serda Hamka melaksanakan Sosialisasai dan Edukasi new normal di Kelurahan. Pau Kecamatan. Langke Rembong sebagai upaya dalam menyikapi pemberlakuan new normal di wilayah binaan,

mengimbau kepada perangkat RT/RW,  tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh agama bisa berperan aktif membantu memberikan edukasi terhadap warganya di desanya masing-masing untuk tetap memperhatikan protokol kesehatan ketika keluar rumah.

Babinsa juga menghimbau kepada warga masyarakat untuk mentaati himbauan pemerintah selalu memakai masker, jaga jarak hindari kerumunan banyak orang dan selalu cuci tangan sebelum dan sesudah beraktifitas di luar Rumah agar supaya bisa memutus penyebaran Virus Covid-19.

Dengan adanya New Normal ini nantinya, aktifitas masyarakat akan meningkat, kemungkinan terjadinya kerumunan semakin meningkat, resiko penularan juga pasti meningkat. Namun resiko penularan Covid-19 bisa ditekan dengan menerapkan pendisplinan penegakan protokol kesehatan.

Kita bisa minimalisir penyebaran Covid-19 dengan mengikuti protokol kesehatan seperti, memakai masker, menjaga jarak dengan yang lain, selalu mencuci tangan atau membawa hand sanitizer, mengajak masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dan menjadi pelopor Kesehatan, agar dapat memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19 di masa new normal.

Fase new normal bukan berarti kita sudah bebas dan bisa seenaknya, justru interaksi sosial masyarakat semakin meningkat, kita harus lebih waspada dan lebih disiplin dalam menyikapi protokol kesehatan,

pemerintah daerah menerapkan tatanan baru atau new normal maka harus mempertimbangan aspek kesehatan,  pemerintah harus melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat di kabupaten/kota tersebut. Tak hanya sosialisasi tapi seluruh pihak harus mendapatkan edukasi tentang apa yang harus dilakukan dalam New Normal.

Oleh karena itu kita tidak menganggap bahwa New Normal itu ibarat bendera start untuk sebuah lomba lari semua bergerak bersama-sama, tidak.Tapi sangat tergantung epidemiologi daerah dan ini jadi keputusan kepala daerahnya.(bib)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close