KENALKAN BUDAYA DISIPLIN KEPADA SISWA SEKOLAH DASAR DI LOMBOK, NUSA TENGGARA BARAT OLEH PRAJURIT MARINIR

Sinarrayanews.com – Prajurit Korps Marinir TNI AL yang tergabung dalam Satuan Setingkat Kompi (SSK) II Satgas Percepatan Pembangunan Lombok melaksanakan pengenalan pengetahuan kedisiplinan kepada siswa Sekolah Dasar Negeri IV Sambik Bangkol, kecamatan Gangga, Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Sabtu (12/06/2020).


previous arrow
next arrow
Slider

Kegiatan yang dilaksanakan disela-sela tugas membantu warga dalam percepatan pembangunan RTG tersebut diawali sosialisasi langsung tentang protokol kesehatan dengan pembagian masker dan cuci tangan sebelum masuk kelas
.
Pada kesempatan tersebut juga, para siswa SDN IV Sambik Bangkol diberikan pengetahuan tentang pentingnya kebersihan untuk menjaga kesehatan dan juga pelajaran baris berbaris seperti sikap sempurna, penghormatan dan lainnya sebagai bentuk kedisiplinan yang harus menjadi karakter bagi seluruh siswa.
.
Komandan SSK II Kapten Marinir Sutadi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut bertujuan untuk mengisi kegiatan kepada siswa-siswi SDN IV Sambik Bangkol ditengah situasi proses belajar-mengajar yang masih belum normal dan mensosialisakan tentang pentingnya melaksanakan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 sebelum melaksanakan proses belajar mengajar
.
Disampaikan juga bahwa kegiatan tersebut dilaksanakan pengenalan atau sosialisasi tentang Korps Marinir TNI Angkatan Laut sebagai motivasi kepada siswa-siswi SDN IV Sambik Bangkol agar lebih bersemangat untuk belajar dalam menggapai cita-cita mereka.

“Teruslah belajar dan berdoa serta tetap semangat dalam menuntut ilmu agar tercapai apa yang kalian cita-citakan,” pesannya kepada para siswa.

Sementara itu Kepala Sekolah SDN IV Sambik Bangkol bapak I Komang Wartana S.Pd., S.D, menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga atas kepedulian bapak-bapak Marinir kepada anak-anak didik SDN IV Sambik Bangkol. “Semoga mereka kelak tumbuh menjadi generasi penerus yang berbhakti kepada orang tua, agama dan bangsa”, pungkasnya.

Back to top button
Close
Close