Kapasitas Pemberdayaan KPM PKH Akan Terus Di Gali

Sampang (7/6/2020) sinarrayanews.com | Program Keluarga Harapan (PKH) terus melakukan Evaluasi dan Inovasi, salahsatunya tentang Output yang akan menghasilkan Outcome dari semua kegiatan yang bersangkutan dengan PKH, disini menyatu padankan antara Bantuan berupa uang dan Family Development Session (FDS).

Mugi selaku Pendamping Dengan Tugas Khusus menjelaskan “Saya mencoba memahami ucapan dari Menteri Sosial RI Juliari Batubara terakhir pada saat Workshop Peningkatan Kapasitas SDM Pendamping Sosial PKH yang di laksanakan di Bali (13-16/11/2019).

dan adanya pembahasan Peningkatan Peran Kompetensi dan Kinerja SDM Kesos Dalam Implementasi Program Pemberdayaan, Kemitraan dan Kewirausahaan Sosial, pada saat ini sepertinya PKH akan lebih di tingkatkan pada hal Pemberdayaan KPM”

“Di Sampang sendiri sudah cukup banyak Pendamping sosial yang menggali potensi KPM untuk Pemberdayaan, contohnya Membatik, Menjahit, Membuat kerajinan tangan berupa bantal, Kerajinan tangan tas, Petis, Usaha keripik sukun dan lain-lain, tinggal berfikir untuk pemasarannya bagaimana dan kemana target jual nya”.

“Coba juga lihat beberapa hal yang di ungkapkan oleh Presiden RI, bahwa setiap Program Pemerintah ini harus menghasilkan Output dan Outcome, tidak hanya berproses atau hanya menjalankan tetapi target dan tujuan inti manfaat program tersebut itu harus tercapai”.

Penekanan yang sudah di ketahui bahwa Istilah “Output” dan “Outcome” sering digunakan berdampingan. Sekilas kedua kata ini kelihatan mirip. Namun perbedaan kedua sebetulnya sangat fundamental.

Output adalah hasil yang didapat langsung dan segera setelah satu atau serangkaian aktivitas dilakukan, sedangkan Outcome biasanya berupa hasil yang dirasakan setelah beberapa lama (sering disebut hasil jangka menengah/panjang). Disini #KemensosHADIR Humanis, Adaptif, Dedikatif, Inklusif dan Responsif”. Pungkasnya. (Red)

Sumber : Instagram PKH Sampang

Back to top button
Close
Close