Diduga Kinerja Pemdes Kalianget Barat Lelet Dan Kurang Transparan

Sinarrayanews.com – Sumenep –  Sungguh sangat memprihatinkan atas dugaan kinerja pemerintahan desa Kalianget Barat yang lelet dan kurang transparan ini akan berdampak kepada Kentingan masyarakat dan perkembangan desa Kalianget Barat, kecamatan Kalianget, kabupaten Sumenep nantinya. Sabtu 30/05/2020.

Sejak pemerintahan desa Kalianget Barat yang dipimpin oleh Suharto sebagai Kades, semua perangkat desa Kalianget Barat dirombak dengan harapan warga, agar ada keterbukaan, perubahan dan peningkatan demi kemajuan serta perkembangan di desa Kalianget Barat.

Di dalam balai Pemerintahan desa Kalianget Barat sekarang, tidak terlihat struktur kepemerintahan desa yang terpapang, sehingga masyarakat banyak yang tidak mengenal atau mengetahui siapa saja nama-nama dan tugas perangkat di desa Kalianget Barat tersebut.

Menurut informasi yang didapat oleh awak media, Sumarsono Sekdes Kalianget yang sekarang adalah saudara ipar dari Suharto yang sampai saat ini masih memblokir kontak Askes hubungan informasi dengan awak media yang juga warga setempat, dan Raka adalah putra dari istri Suharto yang juga menjadi perangkat di desa Kalianget Barat.

Sedangkan Suharto selaku Kades saat saat ini jarang terlihat berada di balai desa untuk memberikan pelayanan, sehingga warga Kalianget Barat yang membutuhkan pelayanan langsung dari Kades mengeluh, karena harus kerumahnya dan balai, sehingga pelayanan kepada masyarakat kurang memuaskan dan warga harus riwa riwi.

“Kalau pelayanan di Pemerintahan desa Kalianget Barat seperti ini terus mas, seperti Kades jarang berada di balai dan bila perangkat desanya tidak langsung tanggap dan cepat, desa Kalianget Barat tidak akan maju dan berkembang, saya untuk minta surat pengantar ke pos aja harus ribut dulu”. Keluh warga.

Selain itu banyak warga menelfon dan WhatsApp kepada awak media mengeluhkan terkait bansos covid-19 yang masih banyak warga Kalianget Barat masih yang tidak mendapatkan, sedangkan warga tersebut layak menerima menurut acuan Surat Edaran Pemerintah Kabupaten Sumenep.

“Bagaimana di Kalianget Barat kok lelet, yang menerima BST dari Kemensos dampak covid-19 hanya 81 orang, sedangkan di desa Kalianget Timur bisa tembus kurang lebih 1.530 orang”. Ucap aktivis Kalianget pada awak media.

“Gimana Om, di desa Kalianget Barat kok banyak yang tidak dapat, tolong di bantu kasihan mereka yang kurang mampu berhak mendapatkan tapi tidak dapat, tolong dibantu om”. Pinta warga kepada awak media.

Sedangkan hasil konfirmasi awak media dengan Suharto, terkait Ernawati warga dusun Lojikantang Rt.05 Rw.01, desa Kalianget Barat yang berstatus janda 20 tahun beranak 3 yang kesehariannya sebagai kuli bangunan tidak mendapatkan bansos apapun.

“Mungkin blm.Rejekkinya…Bantu Do’a…Siapa tahu Dia Dapat juga….”. Jawab Suharto melalui Wa. 22/05/2020.

Dan ini respon kades atas hasil konfirmasi awak media terkait keluhan warga yang banyak tidak mendapatkan bansos dampak covid-19.
“Ok…biar Info imbang…cari juga warga yg sdh dpt. Bantuan….berarti yg belum nanti Tetap di perjuangkan…Nanda…Misal cari/ temui Orang yg sdh dpt.BPNT,PKH,BSPS,BLT”. Jawab Suharto.

Sedangkan realita di lapangan daftar penerima bansos tersebut tidak pernah di papang dan publikasikan untuk masyarakat demi ketransparan dan keterbukaan publik.

Saya sebagai cantrol sosial dan warga Kalianget Barat merasakan dan melihat sendiri dengan keadaan dan kondisi Pemerintahan di desa Kalianget Barat, tidak pernah di libatkan dengan segala bentuk program pemerintah yang ada di desa Kalianget Barat yang menyangkut kepentingan masyarakat dan negara ( Team )

Back to top button
Close
Close