PANGDAM XVIII/KASUARI LAKSANAKAN KUNJUNGAN KERJA DI MAKODIM 1801/MANOKWARI

Sinarrayanews.com – Panglima Kodam XVIII/Kasuari Mayjen TNI Ali Hamdan Bogra, S.I.P melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kodim 1801/Manokwari, tepatnya dijalan Brawijaya Asrama Kodim 1801/Manokwari Kelurahan Manokwari Timur Distrik Manokwari Barat Kabupaten Manokwari Provinsi Papua Barat, pada Kamis (28/05/2020).

Dalam kunjungannya, Pangdam XVIII/Kasuari didampingi oleh Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Daerah XVIII/Kasuari, Asrendam XVIII/Kasuari, Waasintel Kasdam XVIII/Kasuari, Asops Kasdam XVIII/Kasuari, Aspers Kasdam XVIII/Kasuari, Aslog Kasdam XVIII/Kasuari, Aster Kasdam XVIII/Kasuari, Kazidam XVIII/Kasuari dan Kakesdam XVIII/Kasuari.

Tiba di Makodim 1801/Manokwari, Pangdam XVIII/Kasuari menerima Penghormatan dari Pos Jaga Kesatriaan, Kemudian Pangdam XVIII/Kasuari beserta Rombongan menerima Paparan dari Dandim 1801/Manokwari dilanjutkan meninjauan dan menembak Pistol Lapangan Tembak Kodim 1801/Manokwari.

Kunjungan Pangdam XVIII/Kasuari beserta Rombongan disambut Dandim 1801/Manokwari Kolonel Inf J. Lumbantoruan, S.Sos, M.Si, Kasdim 1801/Manokwari Letkol Czi Didin Kamaludin, S.I.P dan para Perwira beserta Persit Kodim 1801/Manokwari.

Dalam kesempatan Waktunya Panglima Kodam XVIII/Kasuari didampingi Ketua Persit Kartika Chandra Kirana (KCK) Daerah XVIII/Kasuari memberikan Bantuan Sembako secara Simbolis terhadap Peteran dan warga Masyarakat yang terdampak Covid 19 diwilayah Manokwari sebagai bentuk wujud peduli TNI bersama Rakyat.

Pangdam dalam sambutannya mengatakan pandemi COVID-19 berdampak pada segala aspek kehidupan, salah satunya penurunan laju perekonomian yang tentunya sangat dirasakan oleh masyarakat yang biasanya mengais Rizki dari sektor informal, sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi Sosial di lapangan, Kodam XVIII/Kasuari mencoba hadir untuk meringankan beban Masyarakat yang terdampak khususnya di wilayah Manokwari yang merupakan zona merah.

” Sasaran utama kita dari pembagian sembako ini adalah keluarga kurang mampu, para lansia, disabilitas dan penyandang prasejahtera, ” pungkasnya.

Back to top button
Close
Close