Diduga Disalah gunakan Anggaran Bumdes Sejahtera Di Desa Kalimook 

Sumenep,- sinarrayanews.com | Selasa 26/05/2020,

Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada dasarnya merupakan bentuk konsolidasi atau penguatan terhadap ekonomi desa dan merupakan instrumen pendayagunaan ekonomi lokal dengan berbagai ragam jenis potensi, yang bertujuan untuk peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa melalui pengembangan usaha ekonomi.

Secara umum, tujuan di bentuknya Bumdes adalah sebagai berikut,
– Meningkatkan perekonomian desa.
– Mengoptimalkan aset desa agar bermanfaat untuk kesejahteraan desa.
– Meningkatkan usaha masyarakat dalam pengelolaaan potensi ekonomi desa.
– Mengembangkan rencana kerjasama usaha antar desa dan/atau dengan pihak ketiga.
– Menciptakan peluang dan jaringan pasar yang mendukung kebutuhan layanan umum warga.
– Membuka lapangan kerja.
– Meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui perbaikan pelayanan umum, pertumbuhan dan pemerataan ekonomi desa.
– Meningkatkan pendapatan masyarakat Desa.

Dan prinsip pengelolaan Bumdes harus, Kooperatif, Partisipatif Semua komponen yang terlibat di dalam BUMdesa harus bersedia secara sukarela, Emansipatif Semua komponen tanpa memandang golongan, suku, dan agama.

Transparan Aktivitas yang berpengaruh terhadap kepentingan masyarakat umum harus dapat diketahui oleh segenap lapisan masyarakat dengan mudah dan terbuka. Akuntabel Seluruh kegiatan usaha harus dapat di pertanggung jawabkan secara teknis maupun administratif. Sustainable Kegiatan usaha harus dapat dikembangkan dan dilestarikan oleh masyarakat dalam wadah BUMdesa.

Tapi BUMdes Sejahtera di desa Kalimook diduga tidak ada transparansi kepada masyarakat, terkait penggunaan anggaran BUMdes yang mendapat modal dari dana desa tahun 2018 Rp. 50 Jt dan tambahan dari desa di tahun 2019 sebesar Rp. 100 Jt, yang diduga telah disalahgunakan oleh pengurus BUMdes tersebut dan Pejabat Sementara sebagai Kades di desa Kalimook.

Menurut informasi yang di dapat, uang tambahan modal untuk BUMdes di tahun 2019 sebagian di bagikan ke 4 orang, Rp. 2.000.000/orang, untuk pengurus dan anggota dengan alibi sebagai gaji, dan sebesar Rp. 40 Jt di pinjam Agus Pegawai Negeri Sipil (PNS) kecamatan Kalianget yang dulunya menjadi Pejabat Sementara (PJS) sebagai Kepala desa Kalimook sampai tahun 2019 akhir.

Uang Rp. 40 Jt itu di akui oleh Agus saat di konfirmasi oleh awak media melalui telepon selulernya, bawah anggaran BUMdes Sejarahtera sebesar Rp. 40 Jt di pinjaman secara pribadi kepada Ketua BUMdes pada tahun 2020. “Iya Kemarin saya pinjam ke Ketua BUMdes, saya gak tau pinjaman itu apa secara pribadi apa gimana…?, soalnya saya pinjam langsung ke Ketua dan sudah saya selesaikan”. Ucap Agus.

Sedangkan pengakuan Ketua BUMdes kepada awak media terkait uang Rp. 40 Jt tersebut masih mau diselesaikan, hal itu membuktikan Agus diduga telah memberikan pengakuan bohong kepada awak media.

Selain itu Agus juga menjelaskan atas anggaran yang digunakan di BUMdes Sejahtera bahwa, “Anggaran itu dibuat usaha perdagangan dan macem macem, kalau jenis itemnya saya lupa, karena kendala kemaren lokasi pindah pindah dan terakhir sekarang ada di sebelah barat balai desa Kalimook, anggaran yang 2019 Rp. 100 Jt belum berjalan, cuma anggaran tahun 2018 Rp. 50 Jt yang sudah berjalan”. Tambah Agus.

Disaat di tanya tentang laporan pembukaan anggaran bumdes ke pemerintah desa, Agus dengan tegas menjawab sudah ada. “Iya sudah ada mas”, Tegas Agus pada awak media.

Sedangkan hasil investigasi yang di dapat awak media, anggaran BUMdes Sejahtera di buku rekening BPRS tersisah saldo sebesar Rp. 30.223.287,- pada tanggal 01/04/2020. Dan tidak ada laporan pembukuan kepada Pemerintah desa yang sekarang.

Dari hal itu di mohon pihak Pemerintah dan Pejabat terkait harus melakukan monitoring dan transparansi serta bertindak tegas bila terbukti ada oknum PNS dan Pengurus BUMdes yang melakukan pelanggaran-pelanggaran dan penyimpangan dari aturan hukum yang berlaku, perbuatan tersebut diduga akan berakibat merugikan masyarakat dan negara. ( Team )

Back to top button
Close
Close