Peradi dan KPU Kabupaten Sidoarjo Bekerjasama Dalam Penanganan Penyelesaian Perkara Perselisihan Hasil Pemilu 2019

SIDOARJO, sinarrayanews.com

Undang-Undang Penyelenggaraan Pemilu, memberikan kewenangan lebih kepada Komisi Pemilihan Umum (KPU). Sehingga KPU sudah dianggap seperti setengah pengadilan. Kewenangan ini harus dioptimalkan, salah satunya yaitu memperkuat hukum acara penyelesaian sengketa pemilihan.

Dalam rangka mengantisipasi sengketa hasil pemilihan umum (Pemilu) 2019, KPU Sidoarjo menerima kunjungan dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kabupaten Sidoarjo untuk melakukan kerjasama dalam pendampingan hukum, Kamis (11/4/2019).

Handoko selaku anggota DPC Peradi Sidoarjo, menjelaskan tujuan kunjungan tersebut adalah untuk melakukan pendampingan penyelesaian perkara perselisihan hasil Pemilu Apri 2019 mendatang.

Pemilu serentak ini disebut sebagai pemilu eksperimental, paling kompleks, rumit dan kompentitif. Perbedaan ini berpotensi semakin banyaknya sengketa pemilu yang berujung ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Derasnya perkara tersebut, tentu akan melibatkan pendamping hukum oleh advokat. ”Namun bagi advokat yang menangani sengketa pemilu perlu mengetahui pengetahuan tentang Hukum acara penyelesaian perkara perselisihan hasil Pemilu agar penanganan perkara bisa dilakukan dengan baik”tutur Sutarjo yang juga anggota Peradi Sidoarjo.

Sutarjo menambahkan bahwa dalam pendampingan ada ketentuan yang menjadi kuasa hukum, yaitu advokat bukan jaksa,” maka tahun 2019 ini advokat itu ditunjuk oleh KPU pusat,”tuturnya.

Sementara itu
Henny M juga menambahi bahwa Pemilu kali ini agak berbeda dengan sistem penyelenggaraan pemilu 2014 baik dari pelaksanaan pileg dan pilpres. Karena tahun 2019 ini ” baik pencalonan anggota legislatif maupun pencalonan Presiden dan partai politik peserta pemilu lebih banyak,”ucapnya.

Dalam giat pertemuan tersebut Ketua KPU Mokhammad Zainal Abidin berharap dengan hadirnya DPC Peradi Sidoarjo ini, bisa menambah referensi terhadap pihak- pihak yang membela kita dalam membantu masalah hukum.”saya berharap dengan adanya kerjasama dari pihak Peradi juga media, semoga pemilu tahun ini bisa berjalan dengan baik,”tuturnya.

Dalam waktu yang sama juga, DPC Peradi Sidoarjo berharap meskipun kita ini pendamping, “muda-mudahan ini ternihil yang artinya harapan kami itu tidak ada sengketa Pemilu baik itu antar caleg maupun partai, maka dengan waktu kurang 3 hari ini, mudah-mudah terencana dengan baik sampai ke Mahkamah Konstitusi (MK) artinya tidak ada yang mengklaim karena atas suaranya,”kata Handoko DPC Peradi Sidoarjo. (sinarrayanews. com/BGS)