Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan dihadiri perwakilan dari Australia dan Forkominda bertempat di Gedung Pertemuan PLTA Garung

Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan dihadiri perwakilan dari Australia dan Forkominda bertempat di Gedung Pertemuan PLTA Garung

SINARRAYANEWS.COM Selesainya pembangunan jamban di Desa Maron dan Desa Topengan Garung Wonosobo sejumlah 299 buah dan total seluruh Wonosobo sejak 2019 sejumlah 1.563 buah diresmikan oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dengan dihadiri perwakilan dari Australia dan Forkominda bertempat di Gedung Pertemuan PLTA Garung. (3/3)

Dr. dr Budi Laksana selaku ketua yayasaan Wahana Bakti Sejahtera yang menyeponsori kegiatan pembangunan jamban menyampaikan bahwa permasalahan jamban merupakan masalah yang besar, akan tetapi banyak yang tidak menyadarinya. Hal ini dibuktikan bahwa penyakit yang sebagaian besar terjadi disebabkan karena sanitasi yang buruk. Kerugian yang ditanggung mencapi 50 trilyun biaya yang dikeluarkan untuk berobat. Jika sanitasi baik maka uang sebanyak itu bisa mensejahterakan rakyat. Untuk itu diharapkan semua pihak ikut peduli menyelesaikan masalah ini.

Pembuatan jamban itu tidak sulit dan murah. Hal ini dibuktikan sejak 2019 ini sudah terbangun jamban sejumalh 1.563 buah jamban. Dengan anggaran yang tidak besar. Itu semua berkat jasa dari Komandan Kodim 0707/Wonosobo Letkol Czi Fauzan Fadli, SE beserta Babinsanya yang tidak mengenah menyerah mengajak masyarakat untuk merubah pola hidup menjadi sehat.

Bupati Wonosobo Eko Purnomo menyampaikan bahwa saat ini di Wonosobo yang sudah ODF baru kecamatan Kaliwiro dan desa – desa yang sudah ODF baru 32 desa (12,08 %) sedangkan untuk Wonosobo baru 58,47 % yang mempunyai jamban sehat dari total jumlah KK 232.355.

Harapan dari Pemerintah adalah bersama stakholder terkait dan seluruh masyarakat Wonosobo bisa membantu berkomitmen bersama untuk gotong royong mencapai unversal akses jamban pada tahun 2019.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam kesempatan tersebut mengucapkan banyak terima kasih kepada Letkol Czi Fauzan Fadli, SE bersama anggota yang telah ikut menyukseskan program ini. Berkat dari kerja keras tersebut dapat dirasakan bersama. Ini merupakan prestasi yang luar biasa. Karena merubah pola orang untuk berubah kebiasaanya sangatlah sulit. Berkat kegigihan tersebut maka bisa tercapai.

Harapan dari guberur adalah dari Wonosobo bisa merubah dunia. Itu bisa terlaksana jika dikerjakan oleh semua pihak dengan cara gotong royong dengan melibatkan semua komponen yang ada. Sudah menjadi tugas kita semua untuk menyehatkan masyarakat. Dengan masyarakat sehat, maka mereka akan menjadi sejahtera. Dana untuk berobat bisa digunakan untuk yang lain. Kalau kita sakit maka sudah rugi dua kali yaitu tidak bekerja dan kita harus mengeluarkan uang untuk berobat.(sinarrayanews.com)