Wali Kota Risma Tinjau Langsung Proyek Underpass di Bundaran Satelit

Wali Kota Risma
Tinjau Langsung Proyek Underpass di Bundaran Satelit

SURABAYA sinarrayanews.com – Proyek underpass di Bundaran Satelit yang menghubungkan Jalan Mayjend Sungkono dan Jalan HR Muhammad kini tengah dikebut. Hari ini, Sabtu (19/1/2019), Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sidak langsung meninjau proyek underpass tersebut.

Sidak Bersama Kepala Dinas PU Bina Marga Erna Purnawati, Kepala Bappeko Surabaya Eri Cahyadi, dan jajaran pejabat lain, Wali Kota Risma mengontrol langsung proyek pengerjaan pembangunan underpass. Setelah baru sembuh dari cedera di kaki yang membuatnya harus Beraktivitas dengan kursi roda beberapa waktu ini, siang ini Risma cukup lincah melakukan peninjauan di lapangan.

Risma memberikan arahan pada jajaran petugas teknis dengan menggambar di sebuah kertas. Risma yang memang juga seorang arsitek tampak menjabarkan teknis pengerjaan jalan yang ia harapkan.

Berikutnya Risma menarget paling tidak awal bulan Maret 2019 mendatang proyek sudah selesai dan bisa difungsikan. Pengembang di wilayah Surabaya Barat bertugas merampungkan fisik underpass.

“Kita, Pemkot akan membangun jalan di bawah, saluran dan juga rumah pompa. Kita akan lihat dulu Pemkot punya sumber daya apa. Dinas PU punya apa, Cipta Karya punya apa, karena kita harus pastikan barangnya ada atau tidak,” ucap Risma.

Berbeda dengan pengerjaan yang dilakukan PT PP Property yang lebih mudah karena barang logistik pembangunan sudah siap dan tinggal mengerjakan.

“Nanti tak coba lihat di beberapa dinas yang mengerjakan. Kalau barangnya ada, sebulan saja selesai. Kalau nggak punya harus pesan dulu, ini yang lama,” tegasnya.

Risma mengatakan, untuk pengerjaan semua bisa selesai awal Bulan Maret atau maksimal pertengahan bulan Maret. Dengan begitu, kemacetan di Surabaya Barat bisa segera teratasi.

Sementara Kepala Dinas Perhubungan Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad, mengatakan saat ini, selama pengerjaan bundaran satelit dikebut, memang kepolisian kecamatan dan kelurahan terus berjaga selama rekayasa lalu lintas untuk penyelesaian pembangunan underpass.

Ada alternatif jalan yang sudah diarahkan ke Wiyung-Gunung Sari dan Banyu Urip Tandes memang mengalami beban lalu lintas yang cukup berat.

Sering kemacetan tak bisa dielakkan khususnya di jam berangkat kerja dan sore hari.

“Kita rekayasa lalim setiap hari, khususnya membantu pengaturan lalin di jam padat pagi sore imbas dari penyempitan pembangunan underpass. Namun yang terberat memang ada penumpukan lalin Dukuh Kupang Barat,” kata Irvan.

Walaupun Dishub sudah memasang sejumlah papan imbauan agar menghindari jalan Mayjend Sungkono dan HR Muhammad.

Imbauan di pasang mulai dari Jalan Babatan, di Jalan dr Soetomo juga di Jalan Diponegoro. Namun saat sore hari memang kepadatan tetap terjadi.

“Tapi kita sudah rapat koordinasi, Februari rekanan dan Bappeko sudah disepakati proyek akan selesai. Maret bisa digunakan. Kalau sudah aktif digunakan maka traffict light di bundaran Satelit dari Barat Timur sudah tak ada lagi, sehingga diharapkan akan mengurangi kepadatan di titik ini,” pungkas Irvan.(sinarrayanews.com BGS)