Kapolres Tolikara Pimpin dalam amakan Pertikaian antara 2 desa

Kapolres Tolikara Pimpin dalam amakan Pertikaian antara 2 desa

SINARRAYANEWS.COM

tribratanews.papua.polri.go.id –
Tolikara, bertempat pada distrik Bokondini telah terjadi pertikaian antara 2 desa yang mengakibatkan 3 orang meninggal dunia dan 6 orang Luka luka.
Jumat, 16/11/2018

Adapun Yang hadir Kapolres Tolikara AKBP Leonard Akobiarek, Waka Polres Tolikara Kompol Sudjito, SE, Kabag Ops AKP Klemens Titir Lolobi, SH, Kasat Intelkam Ipda Abdul Kadir, Kasat Binmas Ipda Widada, Kasat Sabhara Polres Jayawijaya AKP Poltak Sihombing,S.Sos, Pama Polres Jayawijaya Ipda Abubakar Jalal, Danki 756 Lettu inf. Andi Indrawan, S.Sos, Danpos Maleo Karubaga Lettu Inf. Robert, S.T.han, Kapolsek Karubaga Ipda David Ishak Okoka, SE, Kapolsek Bokondini Fredi Nixson Simataw, SH, Anggota Polres Tolikara sebanyak 70 Personil, Anggota Polres Jayawijaya 23 Personil, Brimob 10 Personil dan TNI sebanyak 50 Personil.

Bahwa Pada tanggal 15 November 2018 pukul 21.15 Wit masyarakat dari Desa Dogobak Distrik Kelila Kab. Mambramo Tengah ingin memasuki Distrik Bokondini Kab. Tolikara setibanya di Pos GIS yang bertempat di perbatasan Kelila Kab. Mamteng dan Bokondini Kab. Tolikara, masyarakat dari Desa Dogobak Distrik Kelila tersebut diperiksa oleh anggota GIS dan terjadi adu mulut sehingga anggota GIS melakukan pemukulan terhadap Masyarakat Desa Dogobak Distrik Kelila dimana Anggota GIS dibentuk oleh Bupati Mamteng Ham Pagawak selaku Ketua Panitia.

Pada tanggal 16 November 2018 Pukul 05.00 Wit Masyarakat Desa Dogobak Distrik Kelila Kab. Mamteng yang tidak terima dengan pemukulan oleh anggota GIS melakukan aksi balasan (Serangan Fajar) dengan menyerang Pos anggota GIS di Perbatasan Kelila Kab. Mamteng dan Bokondini Kab. Tolikara yang

mengakibatkan 3 orang korban meninggal dunia atas nama Pilenus Wanimbo, Atinus Jikwa dan Batu Karoba, Sedangkan Korban Luka luka atas nama Miler Payokwa yang terkena panah bagian Dada Kiri, Karinus Payoka terkena panah bagian Paha dan ibu jari kaki, Herman Pasang terkena panah di bagian Punggung bawah (belakang), Windua Jikwa terkena panah Bagian Tangan kiri, Baiten Payokwa terkena panah bagian kaki kanan, dan Peumbuluk jikwa terkena panah bagian dada tengah.

Mendengar adanya Laporan dari Kapolsek Bokondini Iptu Fredi Nixson Simataw, SH kepada Kapolres Tolikara AKBP Leonard Akobiarek bergegas menuju TKP dan memberikan himbauan yang intinya “kepada seluruh masyarakat Desa Bokondini dimohon agar tidak melakukan tindakan yang melawan hukum yang saling menyerang dengan masyarakat Desa Dogobak Distrik Kelila Kab. Mambramo tengah,

disampaikan juga kepada sodara sodara agar tidak melakukan pembakaran Rumah Ketua Koorlap GIS a.n Miler Payokwa serahkan kejadian ini kepada pihak kepolisian untuk di tangani dan di proses secara hukum, dan saya juga menghimbau kepada Masyarakat Desa Mairini agar tidak melakukan tindakan anarkis terhadap kelompok masyatakat Desa Dogobak Distrik Kelila kab. Mambramo tengah”
Tutur Kapolres

Korban luka saat ini telah dievakuasi menggunakan pesawat terbang menuju Jayapura melalui bandara udara distrik Bokondini

Penulis : Ardhy. H
Editor : Sosra Papua (Litbang)

Back to top button
Close
Close